Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia umumnya masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan, keterbatasan legalitas dan sertifikasi produk, serta sempitnya jangkauan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi enam mitra UMKM di wilayah Jabodetabek dan Tasikmalaya melalui pembinaan langsung (in-house mentoring), pelatihan pencatatan arus kas sederhana, penguatan legalitas usaha, serta strategi diversifikasi dan pemasaran. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, wawancara, sosialisasi, pendampingan intensif, dan evaluasi capaian berbasis indikator kinerja (pertumbuhan omzet, kapasitas produksi, volume penjualan, dan wilayah pemasaran). Keenam mitra dampingan terdiri atas usaha kuliner “Jonjonbae – House of Mentai” dengan produk dimsum mentai dan mentai rice (Defri Maulana) dan usaha cemilan kentang mustofa “Gita Kitchen” (Euis Sunarsih) keduanya didampingi oleh Ela Elliyana; usaha kripik brownies bermerek Kribow di bawah “R’Kitchen” (Retno Komalasari) dan usaha produsen tas serta dompet kulit custom “Juni Collections” (Ahmad Nur Alfian) keduanya didampingi oleh Febrisi Dwita; serta usaha aneka kripik “Barokah Rahmah” (Alfi Maulia) dan usaha jual-beli sekaligus tambal ban bekas “AGS Ban” di Tasikmalaya (Agus Ali Ramlan), keduanya didampingi oleh Sari Dewi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan tertib pencatatan keuangan, penguatan legalitas usaha, dan pengembangan varian produk sebagai bentuk diversifikasi. Capaian tertinggi ditandai dengan lolosnya seluruh mitra dampingan ke Malam Penganugerahan Program TKM Lanjutan yang diselenggarakan pada 25 November 2025, yang menunjukkan efektivitas pendekatan pendampingan berkelanjutan bagi keberlangsungan UMKM binaan pemerintah.
Copyrights © 2026