Pendidikan vokasi agribisnis memerlukan pengelolaan perkebunan praktik yang optimal untuk menghasilkan lulusan kompeten, namun implementasinya masih terkendala keterbatasan fasilitas dan integrasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan kompetensi agribisnis siswa melalui optimalisasi pengelolaan perkebunan praktik di SMKN 1 Pucuk Rantau. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi program pembelajaran. Hasil menunjukkan kekuatan berupa lahan praktik seluas ±14.185 m² dan pembelajaran berbasis praktik; kelemahan meliputi keterbatasan fasilitas dan minimnya sarana modern; peluang mencakup dukungan pemerintah dan kemitraan industri; ancaman berupa persaingan antarsekolah dan fluktuasi pasar. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kemitraan, pengembangan komoditas bernilai tinggi, dan peningkatan kompetensi guru. Optimalisasi berbasis SWOT terbukti efektif meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan siswa vokasi agribisnis.
Copyrights © 2026