Desa Karangmukti merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bungursari yang mengalami alih fungsi lahan pertanian. Sebelum terjadi perubahan penggunaan lahan, luas lahan pertanian tercatat sekitar 206 hektar. Pada tahun 2025 terjadi konversi lahan seluas 30 hektar sehingga luas lahan yang tersisa menjadi 176 hektar. Perubahan ini sebagian besar dimanfaatkan untuk pembangunan kawasan industri dan perumahan. Selain itu, pada periode 2026–2027 direncanakan adanya konversi lahan tambahan untuk pembangunan perusahaan baru dan kawasan permukiman yang berpotensi semakin mengurangi luas lahan produktif di Desa Karangmukti. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat modal nafkah, tingkat resiliensi nafkah, serta pengaruh modal nafkah terhadap resiliensi nafkah rumah tangga petani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penentuan sampel rumah tangga petani menggunakan rumus Slovin dan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat modal nafkah tergolong sedang dengan modal alam sebagai faktor paling dominan. Resiliensi nafkah rumah tangga petani juga tergolong sedang. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa modal nafkah berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi nafkah rumah tangga petani.
Copyrights © 2026