Sektor pertanian berkontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penyediaan pangan, bahan baku, tenaga kerja, dan nilai tambah dalam PDRB. Kontribusi tersebut berbeda antarwilayah yang disebabkan oleh karakteristik wilayah, potensi sumber daya alam, serta struktur perekonomian daerah sehingga peran sektor pertanian tidak selalu tercermin dari besarnya kontribusi terhadap PDRB tetapi juga dipengaruhi oleh keunikan wilayah. Fenomena tersebut terjadi di Provinsi Bali sebagai daerah yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pariwisata sehingga peran sektor pertanian secara kuantitatif relatif lebih kecil dalam pembentukan PDRB, namun sektor ini tetap menunjukkan kinerja yang baik yang tercermin dari tingkat ketahanan pangan tertinggi di Indonesia. Perkembangan pariwisata tersebut menjadi tantangan karena meningkatkan alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu diperlukan subsektor khusus dan komoditas agar pengembangan pertanian lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi subsektor prioritas, unggulan, dan potensial sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan pertanian daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan 64 komoditas pertanian berdasarkan data BPS, dengan analisis LQ i , DLQ i , dan tipologi klassen . Adapun kriterianya LQ i > 1 unggulan, DLQ i > 1 potensi dan tipologi klassen yang komprehensif ke dalam empat kuadran dimana kuadran I adalah kuadran yang terbaik karena kontribusi dan pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan nasional. Hasil menunjukkan bahwa tanaman pangan dan hortikultura menjadi subsektor unggulan dengan nilai LQ i 2,4211 dengan komoditas utama anggur nilai LQ i 66,7001. Subsektor perikanan menempati posisi strategis untuk dikembangkan karena nilai DLQ i 1,2062, terutama budidaya dengan nilai DLQ i 2,1498. Berdasarkan Tipologi Klassen , subsektor terbaik adalah perikanan yang berada di kuadran II. Secara keseluruhan beberapa komoditas berada pada kuadran I yaitu Cabai Keriting, Semangka, Durian, Jeruk siam, Manggis, Salak, Kelapa, Babi, Ayam petelur dan Perikanan tangkap laut. Berdasarkan hal itu maka subsektor prioritas Provinsi Bali adalah perikanan khususnya perikanan tangkap laut dan budidaya.