Syifa Fauziah
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PRIORITAS, UNGGULAN DAN POTENSIAL SUBSEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI BALI PERIODE TAHUN 2018-2024 Suci Novianti; Slamet Abadi; Syifa Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24078

Abstract

Sektor pertanian berkontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penyediaan pangan, bahan baku, tenaga kerja, dan nilai tambah dalam PDRB. Kontribusi tersebut berbeda antarwilayah yang disebabkan oleh karakteristik wilayah, potensi sumber daya alam, serta struktur perekonomian daerah sehingga peran sektor pertanian tidak selalu tercermin dari besarnya kontribusi terhadap PDRB tetapi juga dipengaruhi oleh keunikan wilayah. Fenomena tersebut terjadi di Provinsi Bali sebagai daerah yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pariwisata sehingga peran sektor pertanian secara kuantitatif relatif lebih kecil dalam pembentukan PDRB, namun sektor ini tetap menunjukkan kinerja yang baik yang tercermin dari tingkat ketahanan pangan tertinggi di Indonesia. Perkembangan pariwisata tersebut menjadi tantangan karena meningkatkan alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu diperlukan subsektor khusus dan komoditas agar pengembangan pertanian lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi subsektor prioritas, unggulan, dan potensial sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan pertanian daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan 64 komoditas pertanian berdasarkan data BPS, dengan analisis LQ i , DLQ i , dan tipologi klassen . Adapun kriterianya LQ i > 1 unggulan, DLQ i > 1 potensi dan tipologi klassen yang komprehensif ke dalam empat kuadran dimana kuadran I adalah kuadran yang terbaik karena kontribusi dan pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan nasional. Hasil menunjukkan bahwa tanaman pangan dan hortikultura menjadi subsektor unggulan dengan nilai LQ i 2,4211 dengan komoditas utama anggur nilai LQ i 66,7001. Subsektor perikanan menempati posisi strategis untuk dikembangkan karena nilai DLQ i 1,2062, terutama budidaya dengan nilai DLQ i 2,1498. Berdasarkan Tipologi Klassen , subsektor terbaik adalah perikanan yang berada di kuadran II. Secara keseluruhan beberapa komoditas berada pada kuadran I yaitu Cabai Keriting, Semangka, Durian, Jeruk siam, Manggis, Salak, Kelapa, Babi, Ayam petelur dan Perikanan tangkap laut. Berdasarkan hal itu maka subsektor prioritas Provinsi Bali adalah perikanan khususnya perikanan tangkap laut dan budidaya.
The Effect Of Livelihood Capital On Livelihood Resilience Of Sub-Urban Farming Households In Karangmukti Village, Bungursari District, Purwakarta Regency Resa Ramadhan; Fatimah Azzahra; Syifa Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23986

Abstract

Karangmukti Village in Bungursari District has experienced agricultural land conversion. Before the change, the agricultural land area was about 206 hectares. In 2025, approximately 30 hectares were converted, reducing the remaining agricultural land to 176 hectares. Most of this conversion was used for industrial and residential development. Furthermore, additional land conversion is planned for 2026–2027 to support the construction of new companies and housing areas, which may further decrease the amount of productive agricultural land in Karangmukti Village. This study aims to analyze the level of livelihood capital, the level of livelihood resilience, and the influence of livelihood capital on the livelihood resilience of farming households. The research applied a quantitative approach. Samples of farming households were determined using the Slovin formula and cluster sampling technique. Data were collected through questionnaires, interviews, observation, and documentation, and analyzed using quantitative descriptive analysis and Smart-PLS. The results indicate that the level of livelihood capital among farming households is moderate, with natural capital as the most dominant component. Livelihood resilience is also categorized as moderate. Further analysis shows that livelihood capital has a positive and significant influence on the livelihood resilience of farming households.