Limbah kulit pisang kepok dari Kelompok Wanita Tani Suka Maju belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolah limbah tersebut menjadi kompos karena mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan limbah kulit pisang kepok dalam pengomposan sampah organik terhadap kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta lama waktu pembentukan kompos. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Post Test Only with Control Group yang terdiri atas tiga perlakuan (40%, 50%, dan 60% limbah kulit pisang kepok) serta satu kelompok kontrol (0%), masing-masing dengan enam kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan limbah kulit pisang kepok berpengaruh signifikan terhadap kadar N, P, dan K berdasarkan uji Multivariate Analysis of Variance dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Perlakuan penambahan 40% menghasilkan waktu kematangan kompos tercepat, sedangkan perlakuan 60% menghasilkan kadar N, P, dan K tertinggi. Seluruh kompos yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu berdasarkan Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas kompos sekaligus mengurangi timbulan limbah organik.
Copyrights © 2026