Keberhasilan suatu usahatani dapat dinilai melalui tingkat pendapatan yang dihasilkan. Pada usahatani jagung pipilan, pendapatan dipengaruhi oleh hasil produksi dan penggunaan faktor-faktor produksi. Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut merupakan salah satu wilayah yang mengembangkan budidaya jagung pipilan, namun pendapatan usahatani yang diperoleh masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani jagung pipilan serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pendapatan usahatani. Sebanyak 43 petani jagung pipilan dijadikan responden dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui teknik sensus penduduk. Analisis data dilakukan melalui perhitungan analisis pendapatan usahatani, evaluasi kelayakan melalui Revenue Cost Ratio (RC ratio) serta regresi linier berganda. Rata-rata penerimaan usahatani tercatat sebesar Rp9.123.562 dengan biaya produksi Rp3.651.591, sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp5.471.971 untuk setiap hektar lahan usahatani dalam satu kali musim tanam. Usahatani jagung pipilan masih memberikan keuntungan secara ekonomi yang tercermin dari nilai RC ratio sebesar 2,52. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variasi pendapatan usahatani dipengaruhi oleh produktivitas, luas lahan, tenaga kerja, dan pendidikan. Sebaliknya, penggunaan pestisida, pengalaman dalam mengelola usahatani, dan akses pembiayaan tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas serta pengelolaan faktor produksi yang tepat dapat mendukung peningkatan pendapatan usahatani jagung pipilan.
Copyrights © 2026