Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dapat mengalami gangguan apabila siklusnya tidak teratur. Pola makan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi siklus menstruasi. Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu resistensi insulin, yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormon reproduksi melalui hipotalamus hipofisis ovarium, sehingga memengaruhi ovulasi dan menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta dan sampel berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, sedangkan siklus menstruasi menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi teratur pada konsumsi makanan manis kategori jarang (87%) dan sering (89%), serta minuman manis kategori jarang (89%) dan sering (86%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan manis (p=1,000) dan minuman manis (p=0,732) dengan siklus menstruasi (p>0,05) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta.
Copyrights © 2026