Warna merupakan salah satu elemen penting dalam komunikasi visual branding karena mampu membentuk suasana, memperkuat pesan, dan membangun identitas visual sebuah karya, termasuk pada produksi audio-visual film. Namun, siswa Jurusan Perfilman SMK Negeri 2 Kota Kediri masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai teori warna serta keterampilan praktik pencampuran warna, sehingga karya visual yang dihasilkan cenderung tidak seimbang dan kurang mampu menyampaikan pesan secara efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro Kediri melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan teori warna dan praktik pencampuran warna metode monokrom bagi 25 siswa kelas XI Perfilman 2 di SMK Negeri 2 Kota Kediri. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu koordinasi dan perizinan, persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi, dengan memadukan penyampaian materi mengenai hue, saturation, value, suhu warna, dan harmoni warna bersama praktik pencampuran warna secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan hingga selesai, menunjukkan pemahaman konseptual yang baik melalui keaktifan pada sesi diskusi dan kuis, serta berhasil menghasilkan karya roda warna monokrom dengan gradasi yang seimbang. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan teori warna yang dipadukan dengan praktik langsung mampu meningkatkan kompetensi siswa dalam komunikasi visual branding sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan industri kreatif.
Copyrights © 2026