Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi minat pengrajin dalam menenun sarung sutera Mandar (Lipa’ Sa’be Mandar) di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama yang didukung oleh instrumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan sarung tenun melibatkan bahan dasar kapas yang diolah secara manual menjadi benang melalui beberapa tahapan, yaitu penggilingan, pemukulan, penguraian, dan pemintalan. Selain itu, digunakan berbagai alat tradisional dalam proses pembuatan benang dan penenunan, seperti pengait benang, kabulu, jangka, kambululi, gantara, kasombano mimita, kahuhu, bali'da, tendekura, kaanano uruwo, kakuci, katendua, papan, kagigisi, dan kusoli. Proses pembuatan sarung tenun meliputi tahapan benang, menghani, penyisiran, dan menenun. Kain tenun tradisional ini tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga berfungsi sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Bonde.
Copyrights © 2025