ABSTRACT The ability to solve complex problems is an essential competency for online motorcycle taxi drivers, as they encounter dynamic work situations, including route changes, traffic conditions, and customer service demands. One psychological factor that is assumed to enhance this ability is Psychological Capital, which consists of self-efficacy, hope, optimism, and resilience. This study aimed to examine the relationship between Psychological Capital and Complex Problem Solving among online motorcycle taxi drivers in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia. A quantitative correlational design was employed involving 203 drivers selected through purposive sampling. Data were collected using the Psychological Capital Scale (14 items) and the Complex Problem Solving Scale (7 items), both of which demonstrated good validity and reliability, with Cronbach's alpha coefficients of 0.880 and 0.835, respectively. Since the data were not normally distributed based on the Kolmogorov-Smirnov test, the Spearman's Rho correlation test was applied. The findings revealed a very strong positive relationship between Psychological Capital and Complex Problem Solving (r = 0.790, p < 0.01). The coefficient of determination (R² = 0.624) indicated that Psychological Capital accounted for 62.4% of the variance in Complex Problem Solving among online motorcycle taxi drivers. These findings suggest that higher levels of Psychological Capital are associated with better complex problem-solving abilities, highlighting the importance of strengthening psychological resources to improve decision-making quality and work performance among online motorcycle taxi drivers. ABSTRAK Kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks merupakan kompetensi penting bagi driver ojek online karena mereka dihadapkan pada berbagai situasi kerja yang dinamis, seperti perubahan rute, kondisi lalu lintas, serta tuntutan pelayanan kepada pelanggan. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan tersebut adalah Psychological Capital, yang mencakup efikasi diri, harapan, optimisme, dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Psychological Capital dan Complex Problem Solving pada driver ojek online di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 203 driver ojek online yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Psychological Capital (14 item) dan skala Complex Problem Solving (7 item) yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,880 dan 0,835. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara Psychological Capital dan Complex Problem Solving (r = 0,790; p < 0,01). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,624) menunjukkan bahwa Psychological Capital memberikan kontribusi sebesar 62,4% terhadap variasi kemampuan Complex Problem Solving pada driver ojek online. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Psychological Capital yang dimiliki driver, semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks, sehingga penguatan modal psikologis berpotensi menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja kerja.
Copyrights © 2026