Profitabilitas Bank Syariah merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja keuangan perbankan. Namun, tingginya pembiayaan bermasalah serta belum optimalnya efisiensi operasional masih menjadi tantangan dalam meningkatkan profitabilitas. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap profitabilitas masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPF dan FDR terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia dengan efisiensi operasional yang diproksikan menggunakan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebagai variabel mediasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian peran mediasi BOPO dalam menjelaskan mekanisme hubungan antara risiko pembiayaan, likuiditas, dan profitabilitas bank syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel menggunakan Random Effect Model (REM) serta Uji Sobel. Data penelitian berasal dari 13 Bank Umum Syariah di Indonesia selama periode 2020–2025 dengan total 78 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPF berpengaruh positif dan signifikan terhadap BOPO, sedangkan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap BOPO. NPF dan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA), sedangkan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hasil Uji Sobel membuktikan bahwa BOPO mampu memediasi pengaruh NPF terhadap profitabilitas, tetapi tidak memediasi pengaruh FDR terhadap profitabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional merupakan mekanisme penting yang menjelaskan dampak pembiayaan bermasalah terhadap profitabilitas bank syariah. Oleh karena itu, peningkatan profitabilitas perlu difokuskan pada pengendalian pembiayaan bermasalah serta peningkatan efisiensi operasional. Kata kunci: Non Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, BOPO, Profitabilitas
Copyrights © 2026