Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kompresor pada sistem pengkondisian udara (air conditioning) tipe split berkapasitas ½ PK non-inverter. Evaluasi dilakukan secara komparatif dengan membandingkan penggunaan dua jenis refrigeran, yaitu R32 dan R22, serta menerapkan variasi kecepatan putaran fan evaporator. Fokus penelitian diarahkan pada empat parameter utama, meliputi tekanan hisap kompresor, suhu kondensor, suhu evaporator, dan tingkat konsumsi daya listrik kompresor. Metodologi penelitian bersifat eksperimental kuantitatif melalui pengukuran langsung pada sistem uji. Pengambilan data operasional dilakukan menggunakan instrumen pengukuran presisi, yaitu manifold gauge untuk mengukur tekanan sistem, termokopel untuk mengukur distribusi suhu, serta tang ampere (clamp meter) untuk mengukur konsumsi daya listrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis refrigeran dan variasi putaran fan evaporator berpengaruh secara signifikan terhadap performa kompresor. Penggunaan refrigeran R32 menghasilkan transfer panas yang lebih optimal serta efisiensi kerja kompresor yang lebih baik dibandingkan R22 pada berbagai tingkat kecepatan fan. Selain itu, peningkatan kecepatan putaran fan evaporator terbukti mampu menurunkan suhu evaporator dan menjaga stabilitas tekanan hisap kompresor. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah serta acuan teknis mengenai optimalisasi efisiensi energi dan penerapan refrigeran yang lebih ramah lingkungan pada sistem pendingin skala rumah tangga.
Copyrights © 2026