Fresh graduate di kota bandung menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja yang ditandai oleh persaingan kerja, dan paparan media sosial yang dapat mendorong kencendurungan membandingkan diri dengan pencapaian teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Social Comparisonmedia sosial dan Self-efficacy, baik secara parsial maupun simultan, dengan optimisme Fresh graduate dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 163 responden yang baru saja lulus kuliah, berusia antara 18 hingga 25 tahun, dan tinggal di Kota Bandung. Responden dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online berbentuk skala Likert yang mengadopsi alat pengukur Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure, General Self-Efficacy Scale, dan Career Futures Inventory. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode korelasi Pearson Product Moment dan Uji Regresi linear berganda. Hasil penelitian bahwa Social Comparisonmelalui media sosial memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat optimisme (r = 0,643; P < 0,001), serta membangun Self-efficacy (r = 0,628; P < 0,001). Secara bersamaan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 69,6% terhadap perubahan tingkat optimisme (R² = 0,696; F = 182,785; p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa membandingkan diri dengan orang lain bisa menjadi hal yang bermanfaat, karena bisa memberikan informasi dan mendorong seseorang untuk berkembang dalam karier mereka. Oleh karena itu, peningkatan rasa percaya diri para lulusan baru perlu dilakukan dengan memperkuat keyakinan diri mereka dan mengelola perbandingan sosial secara positif di media sosial.
Copyrights © 2026