Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru melalui inovasi pembelajaran microteaching yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hybrid microteaching berbasis teknologi digital serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama Lampung dengan melibatkan 36 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons mahasiswa, lembar observasi keterampilan mengajar, dan tes kesiapan mengajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 85,6% dengan kategori sangat valid, tingkat kepraktisan sebesar 85,9% dengan kategori sangat praktis, serta mampu meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 68,4 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, model hybrid microteaching berbasis teknologi digital dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru
Copyrights © 2026