Prevalensi karies gigi di Indonesia cukup tinggi yaitu 82,8%, sedangkan Kalimantan Timur menempati peringkat ke-12 tertinggi di Indonesia dengan prevalensi karies sekitar 48%. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi, terutama pada anak berkebutuhan khusus seperti anak tunagrahita. Keterbatasan fungsi intelektual dan motorik menyebabkan anak tunagrahita mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut secara mandiri. Salah satu upaya pendidikan kesehatan yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan media buku cerita bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media buku cerita terhadap pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita tingkat SDLB di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan menggosok gigi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi setelah diberikan intervensi media buku cerita. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) pada variabel pengetahuan dan keterampilan. Terdapat pengaruh media buku cerita terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Media buku cerita dapat digunakan sebagai salah satu media promosi kesehatan dan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita.
Copyrights © 2026