Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang kompleks dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kesejahteraan psikologis serta kualitas pembelajaran. Menganalisis stres kerja guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus di SLB X berdasarkan faktor penyebab, penilaian awal (primaryappraisal), dan penilaian sekunder (secondary appraisal). Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap 8 informan (1 informan kunci dan 7 informan utama) yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik berdasarkan faktor penyebab stres, primary appraisal, dan secondary appraisal. Penilaian awal(primary appraisal), sebagian besar guru memaknai tugas mengajar sebagai tantangan dan panggilan hati, namun sebagian menilai situasi tertentu sebagai ancaman. Penilaian sekunder (secondary appraisal), dukungan rekan sejawat, keluarga, dan forum diskusi guru menjadi faktor utama yang membantu guru bertahan menghadapi tekanan kerja. Stres kerja guru SLB dipengaruhi oleh kesiapan latar belakang pendidikan dan keragaman karakteristik peserta didik, namun dapat dikelola melalui penilaian kognitif yang positif serta dukungan sosial yang memadai.
Copyrights © 2026