Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat melalui media informasi digital untuk akses layanan yang lebih efektif Dian Ardyanti; Joko Sapto Pramono; Emelia Tonapa; Bernadetha Bernadetha; Ahmad Andrian; Nurjihan Kamiliya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35215

Abstract

Abstrak Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Salah satu strategi penting adalah melalui promosi kesehatan. Program Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Bontang Barat dilaksanakan untuk mendukung hal ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai alur, jenis, dan jadwal pelayanan melalui Pengembangan media informasi digital. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, perencanaan, pembuatan media (poster, flyer, dan video animasi), serta evaluasi input, proses, dan output. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan ketersediaan media edukasi yang informatif dan mudah diakses oleh pengunjung puskesmas. Media digital berhasil ditayangkan pada banner digital ruang tunggu serta media sosial resmi puskesmas. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung pelayanan promotif dan preventif di Puskesmas Bontang Barat. Kata kunci: promosi kesehatan; media digital; informasi kesehatan AbstractHealth development aims to increase awareness, willingness, and ability to live healthy in order to achieve an optimal level of public health. One important strategy is through health promotion. The community service at Puskesmas Bontang Barat was carried out to support this goal. The purpose of the activity was to improve public understanding of service flow, types, and schedules through the development of digital information media. The implementation method included situation analysis, planning, media creation (posters, flyers, and animation videos), as well as input, process, and output evaluations. The results showed an increase in the availability of informative and accessible educational media for visitors. Digital media were successfully displayed on the waiting room digital banner and official social media. This activity had a positive impact in supporting promotive and preventive services at Puskesmas Bontang Barat. Keywords: health promotion; digital media; health information
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Shadow Puppet Story dan Demonstrasi CTPS terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Anak Usia Dini Muhammad Arkham Kholadi Pilomonu; Joko Sapto Pramono; Dian Ardyanti; Endah Wahyutri
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i3.8184

Abstract

The low prevalence of handwashing with soap (CTPS) among young children puts them at risk of contracting infectious diseases such as diarrhea. Creative educational media innovations, such as shadow puppet stories and demonstrations, are needed to promote healthy behaviors in children. This study aims to analyze the effect of health education using shadow puppet stories and CTPS demonstrations on improving the knowledge and skills of young children at Purnama Loa Janan Ulu Kindergarten. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The study population consisted of all students at Purnama Loa Janan Ulu Kindergarten, with a total sample of 34 respondents. Data analysis used the Wilcoxon statistical test. Analysis of knowledge using the Wilcoxon test yielded a Sig. value of 0.0001 < (p = 0.05), indicating a significant difference between the pretest and posttest. Analysis of skills also showed a significant difference with a Sig. value of 0.0001 < (p = 0.05). There was a significant effect of the intervention using shadow puppet stories and demonstrations on the improvement of knowledge and skills regarding CTPS for early childhood.
Praktik Pemberian MP-ASI Dini: Perspektif Sikap dan Budaya Ibu Dian Ardyanti; Joko Sapto Pramono; Nina Mardiana; Indah Wardatul Jannah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1275

Abstract

Pendahuluan: Ketika MP-ASI diberikan pada usia dibawah 6 bulan, usus belum cukup berkembang untuk dapat menguraikan sisa dari makanan. jika hal ini terjadi terus menerus, maka akan lebih cepatnya terjadi kerusakan pada sistem cerna, sebab pada usia 0-6 bulan sistem cerna masih dalam tahap perkembangan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara sikap dan budaya ibu dengan praktik pemberian MP-ASI dini pada bayi usia di bawah 6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan. Dengan total sampel sebanyak 5 orang ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan dan kader kesehatan. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan. Hasil: Rata-rata latar belakang pendidikan ibu yaitu SMA/Sederajat. Sebagian besar pekerjaan ibu adalah ibu rumah tanga. Ibu sudah mengetahui dengan cukup baik mengenai pengetahuan tentang ASI dan MP-ASI. Susu formula merupakan makanan tambahan selain ASI yang diberikan ibu pada bayi. Kesimpulan: Para informan pada dasarnya memiliki pengatahuan yang memadai mengenai ASI dan MP-ASI, akan tetapi dalam pelaksanaannya pemberian makanan pendamping ASI masih kerap dilakukan menggunakan susu formula. Hal ini dipengaruhi oleh sebagian ibu yang memiliki bayi berusia di bawah 6 bulan. Saran: Bagi ibu diharapkan untuk dapat meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta penerapan MP-ASI yang tepat dan benar.
Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Perilaku Seks Multipartner Remaja di Kota Samarinda Renatha Widyarisa Kristiono; Joko Sapto Pramono; Dian Ardyanti
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5403

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are infections transmitted through sexual contact and can be caused by bacteria, viruses, fungi, or parasites. STIs can affect anyone and may result in serious health consequences, particularly concerning the reproductive system. Adolescents are in a developmental phase characterized by high curiosity about sexual behavior, placing them at greater risk for unsafe sexual practices. Data shows that 59% of women and 74% of men have engaged in premarital sex. This study aims to examine STI prevention efforts among adolescents with multiple sexual partners in Samarinda City. This research employed a qualitative approach using a case study design. The study involved seven informants: one key informant, four main informants, and two supporting informants. Data were collected through in-depth interviews. Research shows that adolescents have good knowledge about sexually transmitted infections (STIs) and their types, but their attitude toward prevention remains low. Most informants did not use contraceptives during sexual intercourse. Lifestyle and external factors, such as peer influence and the use of online dating apps, also contribute to multi-partner sexual behavior. Adolescents' sexual activities range from physical intimacy, such as kissing, to engaging in sexual intercourse with more than one partner. Some informants consider this behavior to be common in modern relationships. Preventive measures taken by adolescents include using contraceptives during intercourse and maintaining genital hygiene. While adolescents demonstrate sufficient knowledge about STIs, their attitudes and preventive practices need significant improvement
Persepsi Ibu terhadap Kepercayaan dan Pengalaman tentang Dukun Pijat Bayi di RT 13 Kelurahan X Shinta Satriani; Dian Ardyanti; Emelia Tonapa
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5586

Abstract

Infant massage is a traditional touch therapy that has long been part of Indonesian culture, commonly performed by traditional birth attendants who are believed to possess skills based on experience and cultural values. Despite the growth of modern healthcare services, this practice is still used by some communities. This study aims to explore mothers’ perceptions regarding their trust and experiences in using the services of traditional infant massage practitioners in RT 13, Kelurahan X. The research employed a qualitative method with in-depth interviews involving mothers who had brought their babies to traditional infant massage practitioners. Data were analyzed thematically to identify patterns of perceptions and experiences. The findings show that traditional infant massage is still trusted and considered beneficial for infant health and comfort. Such trust is shaped by positive experiences, such as babies becoming calmer, sleeping better, and falling ill less frequently. Supporting factors include hereditary beliefs, personal experiences, family support, and social environmental influences. It can be concluded that the use of traditional infant massage services in RT 13, Kelurahan X is strongly influenced by culture, experience, and social support. It is recommended that mothers be more selective in choosing massage practitioners, healthcare providers deliver education and build collaboration with traditional practitioners, future research involve more participants with a participatory approach, and communities strike a balance between traditional beliefs and medical knowledge to ensure infant safety
Eksplorasi Gaya Hidup Remaja dan Perilaku Seksual Berisiko (Multiple Partners): Studi Kualitatif di kota Samarinda Dian Ardyanti; Joko Sapto Pramono; Eka Putri Rahayu; Indah Wardatul Jannah; Renatha Widyarisa Kristiono
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7642

Abstract

Sexual Infectious Infection (IMS) is a health condition caused by infections that spread through sexual activity. IMS can befall anyone and potentially have serious consequences, especially in reproductive organs. Adolescents who are undergoing a developmental phase with high curiosity about sexual behavior, are susceptible to unsafe sexual practices. The data recorded that 59% of women and 74% of men had sexual intercourse before marriage. This study aims to deeply analyze adolescents’ lifestyles as well as the driving factors of risky sexual behavior with multiple partners in Samarinda City. The approach used is qualitative with a case study design involving 7 informants. Data collection was conducted through in-depth interviews. Research results indicate that multiple partner sex behavior among Samarinda youth has been integrated into their lifestyle, which was formed through a process of normalization by the social environment. Adolescents view sexual activity from physical contact to intimate relationships with various partners as normal in the context of modern relationships.
Development of Pop-Up Book Media on Preventing The Initiation Of Smoking Behaviour Among Primary School Students in Samarinda City Nino Adib Chifdillah; Eka Putri Rahayu; Dian Ardyanti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2026): Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/a91mcy30

Abstract

One of the main problems related to smoking is the increasingly young age at which people start smoking and the increasing prevalence of novice smokers. Preliminary results of this study show that students at SDN 002 Loa Janan Ilir still have low knowledge about cigarettes. Preliminary observations also indicate that there is no health education media on smoking prevention in the school area. This study aims to analyze the effect of pop-up books on the behavioral domain of smoking initiation prevention among primary school students in Samarinda. This study was a research and development (R&D) study. The development approach was applied to the development of educational monopoly media. The development of this media used the waterfall development model. A qualitative approach was applied at the research and information collecting stage until the main product revision stage. The type of quantitative research used was a pre-experiment with a one group pretest-posttest design. The results showed that there was an effect of the intervention with pop-up book media on the respondents' knowledge about the dangers of smoking. Statistical analysis using the Wilcoxon test produced a p-value of 0.000 (<0.05). Educational and health institutions are expected to collaborate in the development of health promotion media in the form of pop-up books as an innovative effort to prevent the initiation of smoking behavior among children.  
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Group Whatsapp Terhadap Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dalam Memberikan Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Loa Janan Ulu Frisca Sinestisia Frisilia; Sri Hazanah; Dian Ardyanti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7196

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif di provinsi Kalimantan Timur pada saat ini target masih rendah sekitar 53,6%.Sementara menurut data WHO sampai tahun 2020 hanya sekitar 44% bayi di seluruh dunia yang berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif. Berdasarkan data UNICEF 2021, cakupan ASI Eksklusif di Indonesia sekitar 50,7%. Data Kementerian Kesehatan RI 2021 angka nasional persentase bayi yang ASI Eksklusif sebanyak 56,9%. Hal ini disebabkan masih banyaknya ibu-ibu yang pengetahuannya kurang terhadap manfaat ASI Eksklusif sehingga perlunya pemberian informasi pendidikan Kesehatan tentang ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui group WhatsApp terhadap pengetahuan dan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan Ulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Pre Ekskperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi > 6 bulan usianya di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan Ulu Kabupaten Kutai Kartanegara berjumlah sebanyak 32 orang dari 48 orang dan menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui Group WhatsApp. Terdapat peningkatan pengetahuan dari 46,9% menjadi 71,9% dan motivasi dari 21,9% menjadi 59,4% hasil dari uji statistik Wilcoxon pada variabel pengetahuan p=0,000 dan motivasi p=0,005. Terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui group WhatsApp terhadap pengetahuan dan motivasi ibu dalam memberikan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan Ulu. Maka dari itu, Group WhatsApp terbukti efektif digunakan sebagai media Pendidikan Kesehatan.Diharapkan para ibu dapat selalu mengingat pentingnya memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Kesehatan melalui Group WhatsApp kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia > 6 bulan sangat mendukung terhadap pengetahuan dan motivasi sehingga bermanfaat dalam penelitian ini.