Usaha kuliner mikro berbasis makanan tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang, namun sebagian besar pelakunya masih terkendala pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran yang belum tertata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan usaha Nasi Cokot di wilayah Bekasi, sebuah usaha kuliner keluarga yang selama ini berjalan tanpa identitas merek dan sistem pengelolaan yang memadai. Metode pelaksanaan dirancang dalam lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen dan Desain Komunikasi Visual sebagai pendamping lapangan selama empat bulan. Hasil kegiatan menunjukkan lahirnya tiga varian menu baru beserta kartu resep standar, penerapan pembukuan digital dan perhitungan harga pokok produksi, perancangan logo dan kemasan bermerek, serta aktivasi akun media sosial dan platform pesan-antar makanan daring yang mendorong pertumbuhan pengikut hingga melampaui target dan peningkatan rata-rata transaksi harian mitra. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan yang menyentuh hulu hingga hilir usaha mampu mendorong transformasi usaha mikro kuliner menjadi lebih profesional, bermerek, dan berdaya saing di pasar digital.
Copyrights © 2026