Latar Belakang : Studi pendahuluan mengatakan lansia sering mengalami sulit tidur pada malam hari sehingga kualitas waktu tidur mereka tidak cukup, hal ini mengakibatkan saat mereka bangun pagi sering merasakan ngantuk yang berlebih, lansia beranggapan hal tersebut bukanlah masalah kesehatan yang harus di tangani secara serius, lansia lebih cenderung mengunakan obat tidur sebagai solusi jika sudah mengalami susah tidur hingga berhari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh terapi Murottal Al-Quran terhadap insomnia pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-ekspirimental dengan rancangan one-group pre-post design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang di diagnosa insomnia di wilayah Kerja Puskesmas Talise sebanyak 98 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportionate stratified random sampling dengan cara pengisian kuesioner yang di bagikan. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi Murottal Al-Quran responden mengalami insomnia berat sebanyak 17 orang (56,7%), dan setelah diberikan terapi Murottal Al-Quran responden mengalami insomnia ringan sebanyak 20 orang (66,7%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil nilai p 0,000<0,05. Simpulannya : Terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi Murottal Al-Quran terhadap insomnia pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menambah motivasi bagi masyarakat khususnya lansia yang mengalami insomnia agar dapat meningkatkan pengetahuan lansia dalam penanganan insomnia dalam kehidupan sehari hari dengan menggunakan terapi Murottal Al-Quran.
Copyrights © 2026