Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Pantai Jompo Yayasan Alkautsar Nadia; Ade Sulistyawati; Sintong H. Hutabarat
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.78

Abstract

Lansia pada Panti Jompo Alkautsar yang mana semuanya mengalami masalah pada kualitas tidur, lansia dengan gangguan sulit tidur didapatkan waktu respon melamban, yang mana hal ini merupakan aspek yang penting karena dapat mempengaruhi kemampuan berkendara dan meningkatkan resiko jatuh pada lansia. Tujuan penelitian diketahuinya Pengaruh Senam Aerobic Low Impact terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lansia di Panti Jompo Yayasan Alkautsar. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan metode non equivalent control group design dengan cara satu kelompok untuk eksperimen yaitu yang diberikan tindakan senam aerobic dan kelompok kontrol yaitu yang tidak diberikan senam aerobic. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Jompo Yayasan Alkautsar dan lansia binaan yang berjumlah 199 orang, sampel 43 orang. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Hasil Penelitian sebelum diberikan Senam Aerobic Low Impact pada lansia sebagian besar kualitas tidur ditemukan sedang, setelah diberikan Senam Aerobic Low Impact ditemukan sebagian besar lansia dengan kualitas tidur baik. uji uji Independent T Test dengan nilai p value 0,000 (p value < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan kualitas tidur pada lansia sebelum dan setelah diberi Senam Aerobic Low Impact di Panti Jompo Yayasan Alkautsar. Simpulan Ada Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lansia di Panti Jompo Yayasan Alkautsar. Saran untuk pihak Puskesmas sebagai pengembang Posyandu, penulis berharap program senam aerobik / senam lansia terus dilakukan secara rutin di Posyandu sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia Untuk penelitian selanjutnya.
CORRELATION BETWEEN EARLY MARRIAGE AND FAMILY INCOME WITH THE INCIDENCE OF STUNTING AT KAMAIPURA COMMUNITY HEALTH CENTER Putri Wilda Natasya; Ni Nyoman Elfiyunai; Sintong H. Hutabarat
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.19

Abstract

Background: Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age due to multifactorial factors such as. Early marriage is a phenomenon that still occurs a lot, where early marriage can trigger stunting. The incidence of stunting is also related to low socio-economic. Objective: To analyze the relationship between early marriage and family income with the incidence of stunting at the Kamaipura Health Center. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-59 months totaling 325, with a purposive random sampling technique. The number of samples is 180. Research Results: The results showed that out of 180 respondents, those who did not marry early were more, those who had family income ≥ UMK Sigi Regency were more, and the incidence of stunting toddlers was higher. The results of the chi-square statistical test of the relationship between early marriage and stunting incidence p value = 0.0871 (p>0.05), and the relationship between family income and stunting incidence p value = 0.0983 (p>0.05) Conclusion: There is no Correlation between early marriage and family income with stunting incidence at the Kamaipura Health Center. Suggestion: For the Kamaipura Health Center, the results of this study can be a source of information, so that the Health Center can conduct further analysis to identify other factors that play a role in stunting incidence.
Hubungan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Aprilia Sri Wulandari; I Made Rio Dwijayanto; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5339

Abstract

Kepuasan kerja perawat menjadi salah satu aspek krusial yang berkontribusi terhadap mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung, baik dari sisi fisik maupun psikososial, memiliki peranan penting dalam menunjang kesejahteraan serta meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional serta pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 316 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menilai kondisi lingkungan kerja dalam kategori baik (48,7%), namun sebagian besar perawat memiliki tingkat kepuasan kerja yang rendah (75%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = −0,295 dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata.
Hubungan Pengetahuan Pra Lansia (Middle Age) dengan Pencegahan Demensia di Wilayah Kerja Puskesmas Dolo: Penelitian Venny Darmawati; Basri; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7393

Abstract

Demensia sering dialami oleh lansia karena gangguan kognitif yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara benar, salah satu cara mencegah terjadinya demensia pada lansia adalah dengan meningkatkan pengetahuan. Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan pengetahuan pra lansia (middle age) dengan pencegahan demensia di wilayah kerja Puskesmas Dolo. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di wilayah Puskesmas Dolo tahun 2025 berusia 45-59 tahun berjumlah 3.184 orang. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin yaitu 97 responden. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan chi squar. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik yaitu 53 responden (54,6%) dan pencegahan demensia dalam kategori baik yaitu 64 responden (66,0%). Hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,017 ≤ 0,05. Pengetahuan pra lansia (middle age) tentang demensia sebagian besar adalah baik, pencegahan demensia pada pra lansia (middle age) sebagian besar adalah baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan pra lansia (middle age) dengan pencegahan demensia di wilayah kerja Puskesmas Dolo.