Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Pantai Jompo Yayasan Alkautsar Nadia; Ade Sulistyawati; Sintong H. Hutabarat
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.78

Abstract

Lansia pada Panti Jompo Alkautsar yang mana semuanya mengalami masalah pada kualitas tidur, lansia dengan gangguan sulit tidur didapatkan waktu respon melamban, yang mana hal ini merupakan aspek yang penting karena dapat mempengaruhi kemampuan berkendara dan meningkatkan resiko jatuh pada lansia. Tujuan penelitian diketahuinya Pengaruh Senam Aerobic Low Impact terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lansia di Panti Jompo Yayasan Alkautsar. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan metode non equivalent control group design dengan cara satu kelompok untuk eksperimen yaitu yang diberikan tindakan senam aerobic dan kelompok kontrol yaitu yang tidak diberikan senam aerobic. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Jompo Yayasan Alkautsar dan lansia binaan yang berjumlah 199 orang, sampel 43 orang. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Hasil Penelitian sebelum diberikan Senam Aerobic Low Impact pada lansia sebagian besar kualitas tidur ditemukan sedang, setelah diberikan Senam Aerobic Low Impact ditemukan sebagian besar lansia dengan kualitas tidur baik. uji uji Independent T Test dengan nilai p value 0,000 (p value < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan kualitas tidur pada lansia sebelum dan setelah diberi Senam Aerobic Low Impact di Panti Jompo Yayasan Alkautsar. Simpulan Ada Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lansia di Panti Jompo Yayasan Alkautsar. Saran untuk pihak Puskesmas sebagai pengembang Posyandu, penulis berharap program senam aerobik / senam lansia terus dilakukan secara rutin di Posyandu sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia Untuk penelitian selanjutnya.
CORRELATION BETWEEN EARLY MARRIAGE AND FAMILY INCOME WITH THE INCIDENCE OF STUNTING AT KAMAIPURA COMMUNITY HEALTH CENTER Putri Wilda Natasya; Ni Nyoman Elfiyunai; Sintong H. Hutabarat
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.19

Abstract

Background: Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age due to multifactorial factors such as. Early marriage is a phenomenon that still occurs a lot, where early marriage can trigger stunting. The incidence of stunting is also related to low socio-economic. Objective: To analyze the relationship between early marriage and family income with the incidence of stunting at the Kamaipura Health Center. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-59 months totaling 325, with a purposive random sampling technique. The number of samples is 180. Research Results: The results showed that out of 180 respondents, those who did not marry early were more, those who had family income ≥ UMK Sigi Regency were more, and the incidence of stunting toddlers was higher. The results of the chi-square statistical test of the relationship between early marriage and stunting incidence p value = 0.0871 (p>0.05), and the relationship between family income and stunting incidence p value = 0.0983 (p>0.05) Conclusion: There is no Correlation between early marriage and family income with stunting incidence at the Kamaipura Health Center. Suggestion: For the Kamaipura Health Center, the results of this study can be a source of information, so that the Health Center can conduct further analysis to identify other factors that play a role in stunting incidence.
Hubungan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Aprilia Sri Wulandari; I Made Rio Dwijayanto; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5339

Abstract

Kepuasan kerja perawat menjadi salah satu aspek krusial yang berkontribusi terhadap mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung, baik dari sisi fisik maupun psikososial, memiliki peranan penting dalam menunjang kesejahteraan serta meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional serta pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 316 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menilai kondisi lingkungan kerja dalam kategori baik (48,7%), namun sebagian besar perawat memiliki tingkat kepuasan kerja yang rendah (75%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = −0,295 dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata.
Hubungan Pengetahuan Pra Lansia (Middle Age) dengan Pencegahan Demensia di Wilayah Kerja Puskesmas Dolo: Penelitian Venny Darmawati; Basri; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7393

Abstract

Demensia sering dialami oleh lansia karena gangguan kognitif yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara benar, salah satu cara mencegah terjadinya demensia pada lansia adalah dengan meningkatkan pengetahuan. Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan pengetahuan pra lansia (middle age) dengan pencegahan demensia di wilayah kerja Puskesmas Dolo. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di wilayah Puskesmas Dolo tahun 2025 berusia 45-59 tahun berjumlah 3.184 orang. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin yaitu 97 responden. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan chi squar. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik yaitu 53 responden (54,6%) dan pencegahan demensia dalam kategori baik yaitu 64 responden (66,0%). Hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,017 ≤ 0,05. Pengetahuan pra lansia (middle age) tentang demensia sebagian besar adalah baik, pencegahan demensia pada pra lansia (middle age) sebagian besar adalah baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan pra lansia (middle age) dengan pencegahan demensia di wilayah kerja Puskesmas Dolo.
Correlation Between Early Marriage And Family Income With The Incidence Of Stunting At Kamaipura Community Health Center Putri Wilda Natasya; Ni Nyoman Elfiyunai; Sintong H. Hutabarat
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.19

Abstract

Background: Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age due to multifactorial factors such as. Early marriage is a phenomenon that still occurs a lot, where early marriage can trigger stunting. The incidence of stunting is also related to low socio-economic. Objective: To analyze the relationship between early marriage and family income with the incidence of stunting at the Kamaipura Health Center. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-59 months totaling 325, with a purposive random sampling technique. The number of samples is 180. Research Results: The results showed that out of 180 respondents, those who did not marry early were more, those who had family income ≥ UMK Sigi Regency were more, and the incidence of stunting toddlers was higher. The results of the chi-square statistical test of the relationship between early marriage and stunting incidence p value = 0.0871 (p>0.05), and the relationship between family income and stunting incidence p value = 0.0983 (p>0.05) Conclusion: There is no Correlation between early marriage and family income with stunting incidence at the Kamaipura Health Center. Suggestion: For the Kamaipura Health Center, the results of this study can be a source of information, so that the Health Center can conduct further analysis to identify other factors that play a role in stunting incidence.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI DALAM PROSES REHABILITASI PADA REMAJA PENYALAHGUNAAN NARKOBA Resqi Nur Komala Dewi; Katrina Feby Lestari; Sintong H. Hutabarat
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.127

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah serius yang berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial. Rehabilitasi menjadi langkah penting, dengan dukungan keluarga sering dianggap memengaruhi motivasi remaja untuk pulih. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi remaja dalam menjalani rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di Kota Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 45 remaja yang mengikuti rehabilitasi rawat jalan di BNN Kota Palu melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan motivasi yang telah tervalidasi dan reliabel. Analisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (71,1%) dan motivasi tinggi (73,3%), dengan nilai p = 0,068 (>0,05). Kesimpulannya, tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan motivasi remaja dalam rehabilitasi. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain seperti motivasi intrinsik, dukungan teman sebaya, lingkungan sosial, serta peran petugas rehabilitasi.
Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Berbasis Mindfulness dalam Mengurangi Gejala Halusinasi pada Pasien Skizofrenia dI RSUD Madani: Penelitian Sri Indri; Ahmil Kiding; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7604

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by disturbances in perception, including hallucinations, which may impair social functioning and increase the risk of harm to oneself or others. One effective non-pharmacological intervention is mindfulness-based Group Activity Therapy (GAT). Objective: This study aimed to analyze the effectiveness of mindfulness-based GAT in reducing hallucination symptoms among patients with schizophrenia at Madani Regional Hospital, Palu City. Methods: A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted involving 15 patients selected through purposive sampling. The intervention consisted of four sessions of mindfulness-based GAT. Hallucination symptoms were assessed using a hallucination observation checklist, and data were analyzed using a paired t-test. Results: The mean hallucination symptom score decreased from 33.27 ± 2.12 before the intervention to 30.80 ± 1.56 afterward. The paired t-test showed a significant difference (p = 0.000; p < 0.05). Conclusion: Mindfulness-based GAT was effective in reducing hallucination symptoms and can be recommended as a non-pharmacological nursing intervention for patients with schizophrenia.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Quran Terhadap Insomnia pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Talise: Penelitian Agustina; Sabir; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7689

Abstract

Latar Belakang : Studi pendahuluan mengatakan lansia sering mengalami sulit tidur pada malam hari sehingga kualitas waktu tidur mereka tidak cukup, hal ini mengakibatkan saat mereka bangun pagi sering merasakan ngantuk yang berlebih, lansia beranggapan hal tersebut bukanlah masalah kesehatan yang harus di tangani secara serius, lansia lebih cenderung mengunakan obat tidur sebagai solusi jika sudah mengalami susah tidur hingga berhari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh terapi Murottal Al-Quran terhadap insomnia pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-ekspirimental dengan rancangan one-group pre-post design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang di diagnosa insomnia di wilayah Kerja Puskesmas Talise sebanyak 98 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportionate stratified random sampling dengan cara pengisian kuesioner yang di bagikan. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi Murottal Al-Quran responden mengalami insomnia berat sebanyak 17 orang (56,7%), dan setelah diberikan terapi Murottal Al-Quran responden mengalami insomnia ringan sebanyak 20 orang (66,7%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil nilai p 0,000<0,05. Simpulannya : Terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi Murottal Al-Quran terhadap insomnia pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menambah motivasi bagi masyarakat khususnya lansia yang mengalami insomnia agar dapat meningkatkan pengetahuan lansia dalam penanganan insomnia dalam kehidupan sehari hari dengan menggunakan terapi Murottal Al-Quran.
Hubungan Internet Addiction Dengan Kejadian Anxiety Pada Remaja di SMP Negeri 9 Palu: Penelitian Veronicha Septiyani Blake; Ismunandar Wahyu K; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7692

Abstract

Studi pendahuluan di SMP Negeri 9 Palu menunjukkan bahwa sebagian besar siswa membawa dan aktif menggunakan handphone, meskipun sekolah telah melarang penggunaannya. Beberapa siswa bahkan mendapat panggilan orang tua karena menggunakan handphone saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 783 siswa dengan sampel 89 responden yang dipilih menggunakan Proportional Random Sampling dan Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 responden (57,3%) mengalami internet addiction kategori mild, sedangkan 48 responden (53,9%) tidak mengalami anxiety. Hasil uji bivariat memperoleh p = 0,000 (≤ 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara internet addiction dan kejadian anxiety pada remaja di SMP Negeri 9 Palu.