Studi ini dirancang untuk menguji dampak beban pekerjaan dan dorongan kerja terhadap produktivitas pegawai dengan menempatkan kepuasan kerja sebagai variabel intervening di PT. IB. Riset ini mengadopsi metodologi kuantitatif berdesain eksplanatori. Seluruh elemen populasi yang terdiri dari 85 tenaga kerja diambil sebagai responden melalui metode total sampling. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert lima titik digunakan untuk menghimpun data empiris. Teknik analitis yang diterapkan adalah Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan dukungan aplikasi SmartPLS 4, mencakup asesmen outer model, inner model, dan verifikasi hipotesis via prosedur bootstrapping. Temuan riset mengonfirmasi bahwa seluruh konstruk memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Kapasitas prediktif model tergolong kuat, ditunjukkan melalui koefisien determinasi (R²) sebesar 0,693 pada kepuasan kerja dan 0,701 pada kinerja pegawai. Hasil pengujian hipotesis mengungkapkan bahwa beban pekerjaan memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja (β = ,399; p < ,001), demikian pula dorongan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja (β = 0,619; p < ,001). Kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas pegawai (β = 0,396; p < 0,001). Secara langsung, beban pekerjaan (β = ,301; p < ,001) dan dorongan kerja (β = ,294; p = ,003) masing-masing menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, analisis mediasi menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai mediator parsial pada hubungan antara beban pekerjaan dan kinerja pegawai (β = ,158; VAF = 34,4%), serta pada relasi antara dorongan kerja dan kinerja pegawai (β = ,245; VAF = 45,5%).
Copyrights © 2026