Penelitian ini bertujuan menggambarkan penggunaan media video interaktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas V MI Muhammadiyah Gempolsewu. Rendahnya capaian belajar IPA dipengaruhi oleh penggunaan metode ceramah yang dominan serta terbatasnya variasi media pembelajaran, sehingga siswa kurang aktif dan tidak antusias selama pembelajaran. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas V, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa, pedoman wawancara, serta tes formatif berbentuk soal uraian pada materi siklus air dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan hasil belajar secara bertahap. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan klasikal tercatat sebesar 58,4% dengan 6 dari 25 siswa mencapai ketuntasan. Setelah media video interaktif diterapkan pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 72,6% dengan 14 siswa tuntas. Pada siklus II, ketuntasan mencapai 84,2% dengan 21 siswa tuntas dan telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 80%. Peningkatan tersebut didukung oleh antusiasme siswa, kemampuan guru dalam mengoperasikan media, dan ketersediaan sarana prasarana sekolah. Adapun kendala yang muncul berupa gangguan teknis perangkat serta durasi video yang perlu disesuaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media video interaktif efektif meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk membangun pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026