Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, terutama bagi welder yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja. Salah satu upaya pengendalian risiko adalah penerapan Hazard Identification Safety (HIS) untuk mengidentifikasi bahaya serta mengendalikan unsafe condition dan unsafe action. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan HIS pada pekerja welder di PT. X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group before-after). Sampel berjumlah 100 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan checklist HIS dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan penerapan HIS berkategori baik sebesar 85,0%. Persentase unsafe action menurun dari 70,0% menjadi 25,0%, sedangkan unsafe condition dari 72,0% menjadi 20,0%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p-value = 0,000; p < 0,05). Disimpulkan bahwa HIS efektif mengendalikan unsafe action dan unsafe condition. Perusahaan disarankan meningkatkan pengawasan, pelaporan bahaya, dan tindak lanjut temuan untuk mendukung budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026