Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi Grain Dryer sebagai teknologi tepat guna untuk pengeringan biji durian, meningkatkan kapasitas mitra dalam mengolah tepung biji durian, serta mendukung diversifikasi produk pangan berbasis limbah lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dengan mitra Kelompok Kuseri sebagai subjek kegiatan yang terlibat dalam proses pengolahan hasil pertanian. Metode pelaksanaan meliputi (1) identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, (2) perancangan, fabrikasi, instalasi, dan uji fungsi Grain Dryer untuk mengevaluasi kestabilan suhu, distribusi panas, kapasitas, dan efisiensi waktu pengeringan, (3) pelatihan melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan lapangan, (4) praktik pengolahan biji durian melalui pencucian, perebusan, pengupasan, pengirisan, pengeringan, penepungan, dan pengayakan, serta (5) pendampingan pengembangan usaha melalui penyusunan SOP, pengemasan, branding, dan strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Grain Dryer mampu mempercepat proses pengeringan dari 2–3 hari (metode penjemuran konvensional) menjadi sekitar 15 jam pada suhu 60°C, menghasilkan tepung biji durian berwarna krem muda dengan tekstur halus dan homogen, serta kadar air yang lebih seragam dan higienis. Program ini berkontribusi terhadap pengurangan food waste, peningkatan nilai tambah ekonomi komoditas lokal, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan usaha berbasis pangan lokal, sekaligus mendukung pencapaian SDG 2, SDG 8, SDG 9, SDG 12, dan SDG 17.
Copyrights © 2026