Kebijakan Pictorial Health Warning (PHW) pada kemasan rokok di Indonesia diterapkan untuk menekan jumlah perokok. Namun, angka prevalensi pecandu rokok tetap tinggi dan menyasar usia yang semakin muda, termasuk kalangan mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pecandu rokok terhadap PHW pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dan stratified sampling yang menghasilkan 20 mahasiswa perokok aktif dari berbagai stambuk sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara mendalam, lalu dianalisis secara tematik. Hasil: Penelitian menghasilkan tiga tema utama. Pertama, reaksi awal mahasiswa memunculkan respons emosional negatif seperti rasa takut, jijik, dan khawatir, bahkan sebagian menutupi gambar tersebut. Kedua, mayoritas mahasiswa mempersepsikan gambar PHW sebagai refleksi bahaya nyata dari rokok, meski paparan yang berulang membuat efek emosionalnya perlahan berkurang akibat efek pembiasaan. Ketiga, pengaruh PHW terhadap keinginan berhenti merokok dinilai masih sangat terbatas. Kesimpulan: Meskipun PHW berhasil memicu kesadaran psikologis dan ketakutan awal akan risiko penyakit serius, efektivitasnya dalam mengubah perilaku perokok aktif tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kuatnya faktor adiksi nikotin, kebiasaan yang mengakar, dinamika lingkungan pertemanan, dan fungsi rokok sebagai pereda stres.
Copyrights © 2026