Latar Belakang: Emotional eating merupakan perilaku makan yang dilakukan untuk mengabaikan sinyal tubuh bahwa ia lapar dan menghilangkan stres untuk sementara yang dapat berupa overeating atau undereating pada orang tertentu, sehingga jika terus berlanjut akan berdampak pada status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan emotional eating dengan meal skipping dan picky eating pada remaja di SMA Kartika X-1 Jakarta Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross-sectional. Responden penelitian ini yaitu sebanyak 108 orang dari seluruh populasi dipilih dengan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu EES (Emotional Eating Scale), EBPQ (Eating Behavior Patterns Questionnaire), dan AEBQ (Adult Eating Behavior Questionnaire). Analisis hubungan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa terdapat sebagian besar siswa yang memiliki emotional eating tinggi (52,8%), perilaku meal skipping rendah (56,5%), perilaku tidak picky eating (73,1%). Terdapat hubungan antara emotional eating dengan meal skipping (p≤0,05), serta tidak terdapat hubungan antara emotional eating dengan picky eating (p≥0,05). Kesimpulan: Penelitian ini telah menunjukkan sebagian keterkaitan potensial antar perilaku emotional eating, meal skipping, dan picky eating. Orang dengan emotional eating tinggi lebih cenderung untuk tidak melakukan meal skipping dan picky eating, sehingga potensi makan lebih banyak lebih cenderung ditemukan pada orang yang mengalami emotional eating tinggi.
Copyrights © 2026