Yuli Dwi Setyowati, Yuli Dwi
Family Studies and Child Development

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Association of Nutritional Status and Physical Activity Level with Pneumonia in Indonesian Urban Area Setyowati, Yuli Dwi; Suryatma, Anton; Puspita, Tities
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 15 No. 3 (2020)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.169 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2020.15.3.133-138

Abstract

The study aimed to overview and analyze the relationship between nutritional status, physical activity and pneumonia in a community in South Jakarta. We analyzed the secondary data from the 2016‒2018. The Programme of Knock on Doors and Serve with Heart (Ketuk Pintu Layani Dengan Hati) (KPLDH) census for the Tebet District in South Jakarta. The census involved 58,627 samples, which were divided into three age groups: children <5 years old, adolescents, and adults. We measured the nutritional status of children <5 years old using the Weight/Height Ratio (WHR) category (z-score), adolescents with Body Mass Index (BMI)/age (z-score) and adults with BMI (kg/m2). Physical activity was measured for adults and adolescent only and categorized as “routine” and “non-routine”. The highest prevalence of pneumonia was found in samples with non-routine physical activity and in adults. Most of the adults who had pneumonia were also had normal nutritional status. Adults with Chronic Energy Deficiency (CED) and Severe CED (S-CED) had a higher risk of having pneumonia OR=8.465; CI 95%=5.478‒13.081 for S-CED and OR=3.210; p<0.05; CI 95%=1.895‒5.438 for CED respectively compared to those with normal weight. Adults and adolescents with routine physical activity had a lower risk of having pneumonia (OR=0.496; 95% CI: 0.320‒0.767). Further studies are also needed concerning the relationship of pneumonia with other determinants such as socio-economic status, environmental issues, and nutritent intake.
Hubungan Asupan Energi serta Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Santri Pondok Pesantren Al Tamanah Al Gontory Tangerang Selatan, Banten: indonesai Setyowati, Yuli Dwi; Fatihah, Ainayah Al
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.218

Abstract

Status gizi merupakan suatu keadaan yang ditentukan oleh tingkat kebutuhan tubuh terhadap kalori dan zat- zat gizi lain yang diperoleh dari asupan makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi Santri di pondok pesantren Al Amanah Al Gontory, kota Tangerang Selatan, Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah responden sebanyak 110 responden dengan menggunakan metode simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan guna mendapatkan status status gizi, food recall 2x 24 jam untuk mengetahui asupan zat gizi makro. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki status gizi sangat kurang (75,5%), asupan energi sangat kurang (70%), asupan protein kurang (43,6%), asupan lemak sangat kurang (73,6%), dan asupan karbohidrat sangat kurang (69,1%). Uji statistik yang menunjukkan hanya bahwa variabel asupan lemak (pvalue = 0,009) yang berhubungan dengan status gizi. Para santri diharapkan dapat menjaga pola makan dengan gizi seimbang sesuai dengan ketentuan isi piringku.
Hubungan emotional eating dengan meal skipping dan picky eating pada remaja di SMA Kartika X-1 Jakarta Selatan Namira, Rayvina Nur; Khusun, Helda; Setyowati, Yuli Dwi; Maulida, Nursyifa Rahma
Ilmu Gizi Indonesia Vol 9 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v9i2.683

Abstract

Latar Belakang: Emotional eating merupakan perilaku makan yang dilakukan untuk mengabaikan sinyal tubuh bahwa ia lapar dan menghilangkan stres untuk sementara yang dapat berupa overeating atau undereating pada orang tertentu, sehingga jika terus berlanjut akan berdampak pada status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan emotional eating dengan meal skipping dan picky eating pada remaja di SMA Kartika X-1 Jakarta Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross-sectional. Responden penelitian ini yaitu sebanyak 108 orang dari seluruh populasi dipilih dengan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu EES (Emotional Eating Scale), EBPQ (Eating Behavior Patterns Questionnaire), dan AEBQ (Adult Eating Behavior Questionnaire). Analisis hubungan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa terdapat sebagian besar siswa yang memiliki emotional eating tinggi (52,8%), perilaku meal skipping rendah (56,5%), perilaku tidak picky eating (73,1%). Terdapat hubungan antara emotional eating dengan meal skipping (p≤0,05), serta tidak terdapat hubungan antara emotional eating dengan picky eating (p≥0,05). Kesimpulan: Penelitian ini telah menunjukkan sebagian keterkaitan potensial antar perilaku emotional eating, meal skipping, dan picky eating. Orang dengan emotional eating tinggi lebih cenderung untuk tidak melakukan meal skipping dan picky eating, sehingga potensi makan lebih banyak lebih cenderung ditemukan pada orang yang mengalami emotional eating tinggi. 
Hubungan Aktivitas Fisik, Stres, dan Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi SMAI Assabiquun di Bekasi Tahun 2025 Aulia, Assyfa; Setyowati, Yuli Dwi; Ningtyas, Luthfiana Nurkusuma
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore primer pada wanita timbul akibat adanya hormon prostaglandin yang membuat uterus berkontraksi.Dismenore primer dapat mengganggu aktivitas sehari hari remaja putri seperti kegiatan belajar di sekolah. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui hubungan aktivitas fisik, stres, dan makanan cepat saji terhadap kejadian dismenoreprimer pada siswi SMAN assabiquun di Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan potong lintang(cross-sectional). Responden penelitian ini adalah seluruh remaja putri sekolah menengah atas usia 16-18 tahun kelas X,XI, XII yang masuk dalam kriteria inklusi dengan teknik pengambilan data total sampling. Analisis data dilakukan dengananalisis univariat dan bivariat. Variabel terikat, yaitu aktivitas fisik, stres, dan makanan cepat saji, sedangkan variabelbebas adalah kejadian dismenore primer. Penelitian ini juga menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ)untuk mengetahui aktivitas fisik responden dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengetahuitingkat stres responden. Sedangkan Food Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk mengetahui frekuensi asupanfast food responden, dan Numeric Rating Scale (NRS) digunakan untuk mengetahui tingkat kejadian dismenore primerresponden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2025. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa responden berusia 15-18 tahun mengalami dismenore 74,4%, aktivitas fisik sedang-berat58,9%, mengalami stres 51,1%, dan jarang mengonsumsi makanan cepat saji 53,3%. Dismenore primer lebih banyakdialami responden dengan aktivitas fisik ringan, stres tinggi, dan sering konsumsi fast food. Terdapat hubungan signifikanantara stres dan dismenore (pvalue <0,001; PR = 1,873; 95% CI: 1,415 – 2,479). Disarankan agar siswi rutin berolahragadan sekolah memfasilitasi kegiatan fisik.