Masa remaja merupakan periode krusial pembentukan identitas diri, termasuk persepsi terhadap citra tubuh (body-image). Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh sering mempengaruhi harga diri (self-esteem), terutama pada remaja putri. Budaya Banjar dengan norma kecantikan tertentu berpotensi memperkuat tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara body-image dengan self-esteem pada remaja putri suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Sampel sebanyak 79 siswi kelas X dipilih melalui teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin (e = 0,05). Instrumen pengukuran meliputi Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scales (MBSRQ-AS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi adaptasi, keduanya telah diuji validitas (r > 0,30) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0,85). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 21 dengan uji normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson. Hasil uji menunjukkan data berdistribusi normal dan linear, namun koefisien korelasi antara body image dan self-esteem sebesar –0,096 dengan signifikansi p = 0,400 (p > 0,05), menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa body image tidak menjadi penentu tingkat self-esteem remaja putri Suku Banjar. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya intervensi bimbingan konseling berbasis budaya dan literasi media untuk memperkuat penerimaan diri serta kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2025