Era revolusi industri 4.0 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, salah satunya yaitu kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis sangat berpengaruh terhadap proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah. Namun, fakta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih sangat rendah. Selain itu, kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal setara Programme for International Student Assessment (PISA) ditinjau dari tipe kepribadian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 6 Banda Aceh. Subjek penelitian ini dijaring melalui pemberian angket kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) dan Eysenck Personality Inventory (EPI) kepada 100 siswa untuk dikategorikan berdasarkan tipe kepribadian yang diteliti, yaitu introvert dan ekstrovert. Berdasarkan skor tertinggi dari hasil angket kepribadian, pengamatan, serta rekomendasi dari ahli psikologi, terpilih dua siswa berkepribadian introvert dan dua siswa berkepribadian ekstrovert. Kemudian, keempat subjek penelitian tersebut diberikan soal-soal setara PISA sebagai instrumen peneliti untuk menggali data proses berpikir kritis siswa ketika dilakukan wawancara. Data dianalisis dengan cara meduksi data, menyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa berkepribadian introvert dalam menyelesaikan soal-soal setara PISA lebih baik dibandingkan siswa berkepribadian ekstrovert. Oleh karena itu, diharapkan agar guru dapat lebih memperhatikan kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing tipe kepribadian siswa sehingga guru dapat membantu siswa secara tepat.
Copyrights © 2024