Kajian ini membahas dialog antara filsafat Islam dan filsafat Barat sebagai upaya memahami corak perkembangan pemikiran manusia dalam menjawab persoalan ontologis, epistemologis, dan aksiologis di era modern. Filsafat Islam berkembang dengan landasan tauhid yang mengintegrasikan akal, wahyu, dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Filsafat Barat tumbuh melalui tradisi rasionalisme, empirisme, serta kritisisme yang menekankan kebebasan berpikir dan pengujian rasional terhadap realitas. Pertemuan dua tradisi pemikiran ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam memahami hakikat keberadaan, sumber kebenaran, serta tujuan moral manusia. Dialog filsafat Islam dan filsafat Barat tidak hanya berhenti pada wilayah teoretis, tetapi juga memiliki implikasi nyata dalam pengembangan pendidikan, sains, dan teknologi. Sintesis antara rasionalitas ilmiah dan nilai spiritual membuka ruang bagi lahirnya paradigma keilmuan yang lebih seimbang dan berorientasi pada kemaslahatan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa dialog merupakan sarana penting untuk membangun pemahaman lintas tradisi, memperkaya khazanah keilmuan, serta menghadirkan alternatif pemikiran yang mampu merespons tantangan modernitas tanpa kehilangan dimensi etika dan spiritualitas.
Copyrights © 2025