Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan krusial dalam sektor perkebunan, khususnya pada pekerja penderes karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan pengawasan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja di Afdeling 1 PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, serta melibatkan seluruh populasi sebanyak 50 orang pekerja penderes karet di PT X, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner tertutup dan lembar observasi untuk mengumpulkan data mengenai penerapan K3, penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan SOP, dan pengawasan kerja terhadap kejadian kecelakaan kerja. Analisis data dilakukan melalui tahapan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan APD (p = 0,000), penerapan SOP (p = 0,009), dan pengawasan kerja (p = 0,000) dengan kejadian kecelakaan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kepatuhan dalam penggunaan APD, pelatihan yang berkelanjutan terkait SOP, serta penguatan pengawasan di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025