Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Riset kesehatan Dasar tahuan 2018, prevalensi anemia pada kelompok usia 12-24 tahun mencapai 48,9%. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko komplikasi kehamilan seperti persalinan premature, bati berat lahir rendah (BBLR), dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola hidup remaja yang berpotensi menyebabkan anemia, meliputi kebiasaan makan dan durasi tidur pada remaja putri di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan penelitian case control. Sampel terdiri dari 22 orang kelompok kasus dan 22 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Proses pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus-September 2021 melalui google form dan data status anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan Hb yang dilakukan pada bulan Februari 2020. Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square diketahui hubungan kebiasaan makan dengan kejadian anemia memiliki nilai p-value = 1,00; OR =1; CI=0,31-3,26. Hubungan durasi tidur dengan kejadian anemia memiliki nilai p-value=0,73; OR=0,78; CI=0,2-3,08. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan makan dan durasi tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Copyrights © 2026