Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara dalam konsep Kurikulum Merdeka di SDN 28/IV Kota Jambi serta kaitannya dengan penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan (P8). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan humanistik dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, dan pembelajaran kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk aktif bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya. Implementasi tersebut mampu membentuk peserta didik yang kreatif, mandiri, komunikatif, bernalar kritis, dan memiliki kepedulian sosial. Faktor pendukung implementasi pendidikan humanistik meliputi dukungan kepala sekolah, kompetensi guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan pemahaman guru terhadap filosofi pendidikan humanistik, keterbatasan sarana pembelajaran, dan tingginya beban administratif guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan humanistik dalam Kurikulum Merdeka mampu mendukung penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan (P8) sehingga peserta didik berkembang secara intelektual, sosial, emosional, dan spiritual.
Copyrights © 2026