Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) Untuk Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik Di UPT SD Negeri 04 Bariang Rao-rao Gina Fadhilah Ramadhani; Zulmi Aryani
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1458

Abstract

Pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar ini bertujuan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran di sekolah. Kretivitas memang bukan faktor utama dalam pendidikan tapi pendidikan mampu memberikan stimulus kepada peserta didknya untuk mengembangkan kreativitasnya. Kretivitas berpegang teguh pada rasa keingintahuan dan menumbuhkan kemampuan cipta berkreasi pada lingkungan sekelilingnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara dan pengumpulan data yang diperoleh selama masa penugasan. Dalam pelaksanaan Program Pemantapan Kemampuan Mengajar, mahapeserta didik telah melaksanakan program, seperti mengajar, mengembangkan administrasi kelas dan pemanfaatan teknologi digital. Pogram yang telah dilaksanakan memperoleh hasil yang baik untuk peserta didik, mahasiswa dan sekolah.
Peran Guru dalam Mencegah Pelanggaran HAM Bullying di Sekolah Dasar Gina Fadhilah Ramadhani; Iis Yulia Fuji Astuti; Iola Amelia Arsanti; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dalam mencegah tindakan bullying yang merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan sekolah dasar. Bullying sering terjadi dalam bentuk kekerasan fisik maupun psikologis yang berulang dan berdampak negatif terhadap perkembangan emosional dan sosial peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara kepada guru dan kepala sekolah di SD Negeri 15/III Tanjung Pauh Mudik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam pencegahan bullying melalui pengawasan, pembinaan karakter, sosialisasi nilai-nilai kemanusiaan, dan pemberian nasihat kepada siswa. Guru juga bertindak sebagai mediator dan fasilitator dalam menyelesaikan konflik serta membentuk lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan kewarganegaraan dan nilai-nilai Pancasila sejak dini sebagai langkah preventif terhadap pelanggaran HAM di sekolah dasar.
ANALISIS PENDIDIKAN HUMANISTIK KI HAJAR DEWANTARA DALAM KONSEP KURIKULUM MERDEKA SDN 28/IV KOTA JAMBI Futri Afriyani; Gina Fadhilah Ramadhani; Nandita Sekar Sari; Fino Risqi Aryana; Windi Diantari; Firdayani Munawaroh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.48469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara dalam konsep Kurikulum Merdeka di SDN 28/IV Kota Jambi serta kaitannya dengan penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan (P8). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan humanistik dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, dan pembelajaran kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk aktif bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya. Implementasi tersebut mampu membentuk peserta didik yang kreatif, mandiri, komunikatif, bernalar kritis, dan memiliki kepedulian sosial. Faktor pendukung implementasi pendidikan humanistik meliputi dukungan kepala sekolah, kompetensi guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan pemahaman guru terhadap filosofi pendidikan humanistik, keterbatasan sarana pembelajaran, dan tingginya beban administratif guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan humanistik dalam Kurikulum Merdeka mampu mendukung penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan (P8) sehingga peserta didik berkembang secara intelektual, sosial, emosional, dan spiritual.