Rendahnya numerasi peserta didik SD menjadi masalah sistemik yang dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan pembinaan berkelanjutan terhadap kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran numerasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatif. Populasi seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Tulang Bawang Tengah sebanyak 101 orang, dengan sampel 39 guru yang ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert 1-4 yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji prasyarat normalitas, homogenitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru (t-hitung=2,660 > t-tabel=2,028; Sig.=0,004); (2) Pembinaan berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan (t-hitung=2,233 > t-tabel=2,028; Sig.=0,002); (3) Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru (F-hitung=3,998 > F-tabel=3,26; Sig.=0,002) dengan koefisien determinasi R²=0,918 yang berarti 91,8% variasi kompetensi pedagogik guru dijelaskan oleh kepemimpinan dan pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan sistem pembinaan berkelanjutan yang terstruktur untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran numerasi.
Copyrights © 2026