Kemajuan teknologi digital memungkinkan anak untuk mengakses game online dengan mudah dan dapat berpotensi memengaruhi perilaku anak, terutama munculnya perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku kekerasan pada anak usia dini akibat bermain game online, mengkaji peran orang tua dalam mencegah perilaku agresif, dan mengkaji strategi pendampingan yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian mencakup 9 orang narasumber, terdiri dari 3 orang tua sebagai narasumber utama dan 6 anggota keluarga anak pengguna game online. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku kekerasan yang timbul cenderung berupa agresivitas tidak langsung, seperti marah, menangis, uring-uringan, dan melempar barang di sekitarnya saat mengalami kekalahan dalam permainan atau ketika akses game dibatasi. Orang tua memiliki peran krusial sebagai pengawas, pembimbing, dan pendidik dalam mengatur penggunaan game online. Strategi yang diterapkan mencakup pembatasan waktu bermain, pemilihan game sesuai usia, pendampingan saat bermain game, penerapan sanksi, serta peralihan kegiatan ke aktivitas non-digital yang lebih positif. Dengan kata lain, partisipasi aktif orang tua melalui pola asuh dan bimbingan yang tepat merupakan faktor penting untuk mengurangi dampak negatif bermain game online pada anak usia dini.
Copyrights © 2026