Keterampilan komunikasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar di abad ke-21, namun kenyataannya keterampilan komunikasi siswa di sekolah dasar masih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV pada salah satu SD di Kota Malang melalui penerapan model pengajaran timbal balik mata pelajaran Bhangsa B Indonesia dengan menggunakan media digital storytelling. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan spiral model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus yang terdiri dari 4 langkah, yaitu perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Objek penelitian adalah 28 siswa kelas IV, dengan instrumen data berupa tes tertulis dengan aspek komunikasi yang terdiri dari 4 item yaitu prediksi, pertanyaan, klarifikasi, dan ringkasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemajuan setiap siklus, rata-rata pra-aksi 5,9,5 meningkat menjadi 74,11, keberhasilan klasik sebesar 57,14% pada siklus I dan siklus II sebesar 79,82, keberhasilan klasik sebesar 78,57%. Kemudian, kombinasi model pengajaran timbal balik dengan media digital storytelling mengajarkan siswa tentang kemampuan mendengarkan, memahami teks naratif, mengajukan pertanyaan, menjelaskan kembali, dan membuat ringkasan, serta kepercayaan diri siswa untuk berkomunikasi.
Copyrights © 2026