Jurnal Terapan Abdimas
Vol. 11 No. 2 (2026)

PENGUATAN KESIAPAN PSIKOSOSIAL PRA-REUNIFIKASI WARGA BINAAN UNTUK MENDUKUNG REINTEGRASI SOSIAL DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A JAYAPURA

Rotua Siringoringo (Universitas Cenderawasih)
Fitrine Christiane Abidjulu (Universitas Cenderawasih)
Rahmad Andre Ramadhan (Universitas Cenderawasih)
Septyan Berliana Sumaki (Universitas Cenderawasih)
Eka Nurwahyuliningsih (Universitas Cenderawasih)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Abstract. Psychosocial readiness is essential in preparing incarcerated persons to return to their families and communities. This community service program aimed to strengthen the pre-reunification psychosocial readiness of incarcerated persons in drug-related cases at the Class IIA Narcotics Correctional Institution of Jayapura. The program was conducted from May to August 2026 and involved 35 participants. Educational, participatory, and rehabilitative approaches were implemented through educational sessions, psychosocial guidance, personal reflection, question-and-answer activities, and motivational reinforcement. Evaluation was conducted qualitatively through observations of participation, participant responses, reflections, and activity documentation. The results showed that participants understood family reunification as a process of restoring communication, trust, responsibility, emotional regulation, and consistent behavioral change. Participants also identified psychosocial barriers, including fear of family rejection, social stigma, difficulty initiating communication, and the risk of returning to harmful social environments. Since family members were not directly involved, the program was positioned as a pre-reunification intervention. Future programs should involve families, provide counseling and communication training, and implement systematic post-release evaluation and monitoring. Abstrak. Kesiapan psikososial merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kesiapan psikososial pra-reunifikasi warga binaan kasus narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura. Kegiatan dilaksanakan pada Mei-Agustus 2026 dengan melibatkan 35 peserta. Metode yang digunakan meliputi pendekatan edukatif, partisipatif, dan rehabilitatif melalui sosialisasi, bimbingan psikososial, refleksipengalaman, tanya jawab, serta penguatan motivasi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pengamatan partisipasi, respons peserta, refleksi, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa peserta memahami reunifikasi keluarga sebagai proses pemulihan komunikasi, kepercayaan, tanggung jawab, pengelolaan emosi, dan konsistensi perubahan perilaku. Peserta juga mampu mengenali hambatan berupa kekhawatiran terhadap penolakan keluarga, stigma masyarakat, kesulitan memulai komunikasi, serta risiko kembali pada lingkungan pergaulan lama. Kegiatan ini belum melibatkan keluarga secara langsung sehinggadiposisikan sebagai tahap pra-reunifikasi. Program lanjutan perlu melibatkan keluarga, menyediakan konseling dan pelatihan komunikasi, serta melakukan evaluasi dan pemantauan setelah pembebasan. 

Copyrights © 2026