Abstract. The Community Service Program aims to improve the social-emotional skills of school-aged children at LKSA Muhammadiyah Abepura Jayapura through a group-based intervention program. The implementation method uses a participatory approach consisting of planning, implementation, evaluation, and preparation of activity reports. The participants of the activity numbered 20 school-aged children, from elementary to high school. The activity was carried out through socialization, group discussions, filling out worksheets, reflection, pre-tests, post-tests, and art therapy as a medium for emotional expression. The evaluation results showed that the total score of participants increased from 761 in the pre-test to 925 in the post-test, while the average score increased from 38.05 to 46.25. The overall N-Gain calculation produced a value of 0.46 and is included in the moderate category. In Part A, the N-Gain was obtained at 0.45, while in Part B it was 0.60; both are included in the moderate category. These results indicate that group-based interventions help children recognize and express emotions, understand their peers' feelings, build empathy, communicate positively, and develop social behaviors that support community life in the LKSA environment. This Community Service Program has a positive impact on strengthening children's social-emotional skills and can serve as a simple, participatory, and applicable model for psychosocial development. It is recommended that similar activities be implemented continuously by LKSA caregivers through the use of creative media, emotional reflection, cooperative games, and empathetic communication exercises in daily development activities. Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak usia sekolah di LKSA Muhammadiyah Abepura Jayapura melalui program intervensi berbasis kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyusunan laporan kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 20 anak usia sekolah yakni SD hingga SMA. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, pengisian worksheet, refleksi, pre-test, post-test, serta art therapy sebagai media ekspresi emosi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa total skor peserta meningkat dari 761 pada pre-test menjadi 925 pada post-test, sedangkan rata-rata skor meningkat dari 38,05 menjadi 46,25. Perhitungan N-Gain secara keseluruhan menghasilkan nilai sebesar 0,46 dan termasuk kategori sedang. Pada Bagian A diperoleh N-Gain sebesar 0,45, sedangkan pada Bagian B sebesar 0,60; keduanya termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berbasis kelompok membantu anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi, memahami perasaan teman, membangun empati, berkomunikasi secara positif, serta mengembangkan perilaku sosial yang mendukung kehidupan bersama di lingkungan LKSA. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap penguatan keterampilan sosial-emosional anak dan dapat menjadi model pembinaan psikososial yang sederhana, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pengasuh LKSA melalui penggunaan media kreatif, refleksi perasaan, permainan kerja sama, dan latihan komunikasi empatik dalam kegiatan pembinaan sehari-hari.