Sekam padi memiliki potensi sebagai sumber daya bernilai tambah, tetapi pemanfaatannya pada industri penggilingan padi skala kecil masih terbatas oleh kapasitas teknis dan manajerial pelaku usaha. Studi ini bertujuan mengevaluasi perubahan kapasitas pengelolaan sekam melalui pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular serta mendukung diversifikasi pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi terhadap lima pekerja tetap pada satu industri penggilingan padi skala kecil. Evaluasi pra-kegiatan dan pasca-kegiatan menggunakan 23 indikator yang mencakup pengetahuan ekonomi sirkular, keterampilan teknis, pengelolaan limbah, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta kapasitas manajerial. Hasil menunjukkan skor keseluruhan meningkat dari 1,922 menjadi 4,104 atau sebesar 113,57%. Peningkatan tertinggi terjadi pada keterampilan teknis sebesar 142,00%, diikuti pengetahuan ekonomi sirkular sebesar 115,38%, kapasitas manajerial sebesar 108,51%, pengelolaan limbah sebesar 100,00%, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebesar 97,78%. Seluruh peserta menunjukkan perubahan positif tanpa negative ranks maupun ties. Nilai exact dua-arah Wilcoxon sebesar 0,063 menunjukkan bahwa perubahan belum mencapai signifikansi statistik pada taraf 5%, meskipun ukuran efek berada antara 0,909 dan 0,921. Program juga mendukung pemanfaatan sekam melalui pengembangan pelet biomassa serta alternatif diversifikasi berupa briket dan media tanam organik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular berpotensi memperkuat kapasitas pengelolaan sekam secara produktif, aman, dan terukur, meskipun generalisasi hasil masih terbatas oleh jumlah peserta dan lokasi studi.
Copyrights © 2026