Abstract: The buffer zone of the Nantu-Boliyohuto Wildlife Sanctuary in Boalemo, Gorontalo, is a tropical rainforest harboring rich avifauna biodiversity for conservation-based ecotourism. This study identified bird species with ecotourism potential and determined their diversity level. Conducted in November 2025 in Saritani Village, the research employed a quantitative descriptive method with an exploratory approach across three zones: forest edge, riparian, and agroforestry. Results revealed 20 bird species from 17 families, totaling 198 individuals. The overall diversity index was moderate ( = 2.0746) with Dicaeum celebicum (Grey-sided Flowerpecker) being the most frequently encountered. Out of these, 10 species possess significant ecotourism potential based on striking plumage, distinctive birdsong, endemism, conservation status, and unique behavior. Key species include the Knobbed Hornbill (Rhyticeros cassidix), a Vulnerable endemic species, the Small Blue Kingfisher (Alcedo coerulescens), the Collared Kingfisher (Todirhamphus chloris), the Black Kite (Milvus migrans), and the Javan/Pied Myna (Gracupica contra). These findings indicate that the Nantu-Boliyohuto buffer zone holds substantial potential for development as a sustainable birdwatching (avitourism) destination. This wealth of biodiversity can serve as a primary attraction while simultaneously supporting regional conservation efforts and local community awareness. Keywords: Avifauna, Birdwatching, Ecotourism, Buffer Zone, Nantu-Boliyohuto Wildlife Sanctuary. Abstrak: Kawasan penyangga Suaka Margastwa Nantu-Boliyohuto merupakan kawasan transisi hutan hujan tropis di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, yang menyimpan potensi keanekaragaman hayati, khusunya avifauna, sebagai daya tarik ekowisata berbasis konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung yang berpotensi menjadi daya tarik ekowisata serta mengetahui tingkat keanekaragaman jenis burung di kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2025 di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan eksplorasi pada tiga titik pengamatan, yaitu jalur tepi hutan, area riparian, dan kawasan agroforestri. Hasil penelitian ditemukan 20 spesies burung dari 17 famili dengan total 198 individu. Indeks keanekaragaman secara keseluruhan termasuk dalam kategori sedang ( = 2.0746), dengan spesies yang paling banyak dijumpai adalah Dicaeum celebicum (Cabai panggul merah/kelabu). Dari 20 spesies yang teridentifikasi, terdapat 10 spesies yang berpotensi menjadi daya tarik ekowisata berdasarkan kriteria warna bulu mencolok, suara kicauan khas, status endemik, status konservasi, dan perilaku unik, diantaranya Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) sebagai spesies endemik Vulnerable, Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens), Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris), Elang Paria (Milvus migrans), dan Jalak Suren (Gracupica contra). Hal ini menunjukkan bahwa kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis pengamatan burung (birdwatching/avitourism) yang berkelanjutan. Kata kunci: Avifauna, Birdwatching, Ekowisata, Kawasan Penyangga, Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto.
Copyrights © 2026