Abstrak Kabupaten Garut masih mengandalkan sektor pertanian sebagai penunjang perekonomian daerah. Dalam mendukung sektor pertanian, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah mengenai tata kelola sumber daya air untuk kelangsungan irigasi. Infrastuktur sumber daya air di Kabupaten Garut adalah bendung Copong. Daerah Irigasi Leuwigoong dengan luas layanan 5313 hektar dialiri dari bendung Copong. Kebutuhan dan ketersediaan air merupakan faktor utama dalam pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui rangkaian debit andalan yang akan dipakai dalam merencanakan pola tanam. Pos hujan yang diperhitungkan adalah 4 pos, yaitu pos Pamegatan, pos Pangauban, Pos Kepakan, dan pos Tarogong dari tahun 2015 sampai 2024. Debit simulasi digunakan cara F.J. Mock, debit andalan yang didapat dari debit simulasi besarnya berfluktuasi di musim hujan besar debit melebihi debit normal yaitu 8,66 m3/detik. Musim Tanam (MT) disesuaikan dengan debit andalan setiap bulan, dengan awal MT I dan MT II masing-masing bulan November dan Maret setiap tahunnya. Kata kunci: bendung, debit, irigasi, kebutuhan, ketersediaan Abstract Garut Regency continues to rely on the agricultural sector as a cornerstone of its regional economy. To support this sector, the central government collaborates with the local government on water resource management to ensure irrigation sustainability. A key piece of water resource infrastructure in Garut Regency is the Copong Weir. The Leuwigoong Irrigation Area, which covers a service area of 5,313 hectares, is supplied by this weir. Water demand and availability are the primary factors in agriculture. The purpose of this study is to determine the range of dependable flow to be used in planning cropping patterns. The analysis incorporates data from four rainfall stations—Pamegatan, Pangauban, Kepakan, and Tarogong—covering the period from 2015 to 2024. The simulation discharge was calculated using the F.J. Mock method. The dependable flow derived from these simulations fluctuates; during the rainy season, the discharge exceeds the normal level, reaching 8.66 m³/s. The Cropping Seasons are adjusted according to the monthly dependable flow, with Cropping Season I and II beginning in November and March each year, respectively. Keywords: weir, flow, irrigation, requirement, availability
Copyrights © 2026