Jurnal Teknik Sipil
Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)

Analisis Spasial Bahaya dan Risiko Banjir Menggunakan Software HEC-RAS dan InaSAFE pada Wilayah DAS Sungai Bingei

Adrian Adi Hidayat (Universitas Malikussaleh)
Fadhliani (Universitas Malikussaleh)
Teuku Mudi Hafli (Universitas Malikussaleh)
Fasdarsyah (Universitas Malikussaleh)
Nura Usrina (Universitas Malikussaleh)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2026

Abstract

Abstrak   DAS Sungai Bingei berada di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian banjir yang berdampak pada permukiman dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan genangan banjir menggunakan HEC-RAS 2D serta menganalisis tingkat bahaya dan risiko banjir terhadap bangunan menggunakan InaSAFE. Debit banjir dihitung menggunakan HSS Nakayasu berdasarkan data curah hujan NASA Power periode 2006–2025 untuk kala ulang 25, 50, 100, 200, dan 1000 tahun, dengan debit maksimum sebesar 877,84 m³/detik. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berturut-turut sebesar 224,47 Ha, 246,06 Ha, 270,77 Ha, 288,13 Ha, dan 331,21 Ha. Hasil validasi model menunjukkan kesesuaian terbaik pada Q100 dengan nilai NSE sebesar 0,872 dan PBIAS sebesar -1,161. Analisis InaSAFE pada skenario Q100 mengidentifikasi 2744 bangunan berisiko tinggi, 1139 bangunan berisiko sedang, dan 1027 bangunan berisiko rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi serta perencanaan penanganan banjir di Sungai Sei Bingei, Kota Binjai, Sumatera Utara. Kata kunci: banjir, HSS Nakayasu, penilaian risiko banjir, HEC-RAS 2D, InaSAFE   Abstract   The Bingei River watershed (DAS Sungai Bingei), located in Binjai City, North Sumatra Province, Indonesia, is an area frequently affected by flooding that impacts settlements and infrastructure. This study aims to map flood inundation using the HEC-RAS 2D model and to analyze flood hazard and risk to buildings using InaSAFE.Flood discharge was estimated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (SUH) based on NASA Power rainfall data for the period 2006–2025 for return periods of 25, 50, 100, 200, and 1000 years, with a maximum discharge of 877.84 m³/s. The simulation results show inundation areas of 224,47 ha, 246,06 ha, 270,77 ha, 288,13 ha, and 331,21 ha, respectively. Model validation indicates the best performance at the 100-year return period (Q100), with an NSE value of 0,872 and a PBIAS of -1,161. InaSAFE analysis for the Q100 scenario identifies 2744 buildings at high risk, 1139 at medium risk, and 1027 at low risk. The findings are expected to serve as a basis for flood mitigation and future flood management planning in the Bingei River basin Binjai City, North Sumatera.   Keywords: flood, Nakayasu SUH, flood risk assessment, HEC-RAS 2D, InaSAFE

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

teras

Publisher

Subject

Description

Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript ...