p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Sipil
Adrian Adi Hidayat
Universitas Malikussaleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Lubang Resapan Biopori Dalam Upaya Konservasi Air Terhadap Genagan Air Minimal Di Gampong Rayeuk Kareung Phadlin Hasan; Adrian Adi Hidayat; Nanda Savira Ersa; Rahmatul Maulana
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1206

Abstract

Abstrak Lubang resapan biopori merupakan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air, sehingga menjadi solusi yang efektif dalam upaya konservasi air dan pengurangan genangan air di permukaan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dengan menggunakan metode pengukuran laju infiltrasi pada 6 sampel tanah bervegetasi di lapangan. Pengujian dilakukan dengan pipa berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, di mana 3 sampel diuji tanpa isian dan 3 sampel lainnya diisi sampah organik. Hasil pengujian menunjukkan laju infiltrasi rata-rata pada sampel tanpa isian sebesar 60,10 mm/jam dan 66,02 mm/jam pada sampel dengan isian sampah dedaunan. Dari analisis debit limpasan, diketahui bahwa LRB mampu menyerap air dengan debit sebesar 0,1629 m³/detik, sementara debit limpasan awal tanpa adanya LRB mencapai 0,1901 m³/detik. Dengan pemasangan lubang resapan biopori ini, terjadi pengurangan debit limpasan hingga 85,69%, yang menunjukkan potensi signifikan LRB dalam mengurangi genangan, meningkatkan daya serap tanah, dan mengelola air permukaan secara berkelanjutan di wilayah tersebut. Kata kunci: Debit Limpasan, Infiltrasi, Konservasi Air, Lubang Resapan Biopori  Abstract Biopore Infiltration Holes are a technology designed to enhance the soil's absorption capacity for water, making it an effective solution for water conservation efforts and reducing surface water pooling. This research was conducted in Gampong Rayeuk Kareung, Blang Mangat District, Lhokseumawe City, using the infiltration rate measurement method on 6 vegetated soil samples in the field. The testing was performed using pipes with a diameter of 10 cm and a depth of 100 cm, where 3 samples were tested without any fill and the other 3 samples were filled with organic waste. The test results showed an average infiltration rate of 60.10 mm/hour for the samples without fill and 66.02 mm/hour for the samples filled with leaf waste. From the runoff discharge analysis, it was found that the biopore infiltration holes (BII) can absorb water with a discharge of 0.1629 m³/second, while the initial runoff discharge without BII reached 0.1901 m³/second. The installation of these biopore infiltration holes resulted in a runoff discharge reduction of up to 85.69%, indicating the significant potential of BII in reducing pooling, enhancing soil absorption capacity, and managing surface water sustainably in the area. Keywords: Runoff Discharge, Infiltration, Water Conservation, Biopore Infiltration Holes
Analisis Spasial Bahaya dan Risiko Banjir Menggunakan Software HEC-RAS dan InaSAFE pada Wilayah DAS Sungai Bingei Adrian Adi Hidayat; Fadhliani; Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah; Nura Usrina
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1425

Abstract

Abstrak   DAS Sungai Bingei berada di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian banjir yang berdampak pada permukiman dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan genangan banjir menggunakan HEC-RAS 2D serta menganalisis tingkat bahaya dan risiko banjir terhadap bangunan menggunakan InaSAFE. Debit banjir dihitung menggunakan HSS Nakayasu berdasarkan data curah hujan NASA Power periode 2006–2025 untuk kala ulang 25, 50, 100, 200, dan 1000 tahun, dengan debit maksimum sebesar 877,84 m³/detik. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berturut-turut sebesar 224,47 Ha, 246,06 Ha, 270,77 Ha, 288,13 Ha, dan 331,21 Ha. Hasil validasi model menunjukkan kesesuaian terbaik pada Q100 dengan nilai NSE sebesar 0,872 dan PBIAS sebesar -1,161. Analisis InaSAFE pada skenario Q100 mengidentifikasi 2744 bangunan berisiko tinggi, 1139 bangunan berisiko sedang, dan 1027 bangunan berisiko rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi serta perencanaan penanganan banjir di Sungai Sei Bingei, Kota Binjai, Sumatera Utara. Kata kunci: banjir, HSS Nakayasu, penilaian risiko banjir, HEC-RAS 2D, InaSAFE   Abstract   The Bingei River watershed (DAS Sungai Bingei), located in Binjai City, North Sumatra Province, Indonesia, is an area frequently affected by flooding that impacts settlements and infrastructure. This study aims to map flood inundation using the HEC-RAS 2D model and to analyze flood hazard and risk to buildings using InaSAFE.Flood discharge was estimated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (SUH) based on NASA Power rainfall data for the period 2006–2025 for return periods of 25, 50, 100, 200, and 1000 years, with a maximum discharge of 877.84 m³/s. The simulation results show inundation areas of 224,47 ha, 246,06 ha, 270,77 ha, 288,13 ha, and 331,21 ha, respectively. Model validation indicates the best performance at the 100-year return period (Q100), with an NSE value of 0,872 and a PBIAS of -1,161. InaSAFE analysis for the Q100 scenario identifies 2744 buildings at high risk, 1139 at medium risk, and 1027 at low risk. The findings are expected to serve as a basis for flood mitigation and future flood management planning in the Bingei River basin Binjai City, North Sumatera.   Keywords: flood, Nakayasu SUH, flood risk assessment, HEC-RAS 2D, InaSAFE