Pemerolehan bahasa merupakan suatu proses yang terjadi secara alamiah ketika seorang anak memperoleh bahasa pertamanya sebagai salah satu bentuk komunikasi. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat berlangsung secara optimal apabila anak mengalami keterlambatan dalam berbicara. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji hubungan antara keterlambatan bicara dalam pemerolehan bahasa pertama dan bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi kesiapan anak dalam mengikuti pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua yang dipelajari di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis wacana dari berbagai jurnal dan buku yang membahas aspek kognitif dan interaksional anak melalui perspektif psiko-sosiolinguistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan bicara pada anak akan berdampak pada hambatan fonologis, leksikal, dan sintaksis dalam pemerolehan bahasa pertama yang pada akhirnya akan mempersulit proses pemerolehan bahasa Arab. Temuan tersebut menegaskan pentingnya intervensi dan dukungan dini dalam pemerolehan bahasa pertama untuk mendukung pembelajaran bahasa kedua.
Copyrights © 2026