transisi menuju Society 5.0 telah menghadirkan Generative Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen transformatif krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kreativitas. Namun, kesenjangan literasi digital pada dimensi kognitif masih menjadi tantangan nyata, terutama bagi organisasi kepemudaan grassroots seperti Karang Taruna. Berdasarkan analisis situasi pada mitra sasaran, Karang Taruna 06 Gumuruh Kota Bandung, mayoritas anggota belum memanfaatkan potensi AI secara optimal. Kendala utama meliputi minimnya pemahaman teknis prompt engineering, persepsi bahwa AI sulit diakses, serta kekhawatiran mendalam terkait isu etika, plagiarisme, dan keandalan informasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diinisiasi dengan tujuan utama memberdayakan pemuda melalui pelatihan intensif Generative AI. Fokus intervensi diarahkan pada peningkatan produktivitas administrasi keorganisasian dan penciptaan konten kreatif, dengan menjunjung tinggi prinsip etika digital. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan Participatory Learning and Action yang terintegrasi sinergis dengan prinsip andragogi, menempatkan peserta sebagai subjek pembelajar aktif. Lokakarya dibagi menjadi empat sesi interaktif: demistifikasi ekosistem AI, teknik prompt engineering dengan kerangka C-R-I, simulasi implementasi praktis administrasi, dan literasi etika digital komprehensif. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan sangat signifikan pada ranah kognitif peserta, di mana pemahaman konseptual serta keterampilan merancang prompt meningkat tajam. Kesimpulannya, intervensi literasi AI partisipatif ini terbukti sangat efektif mentransformasi kemampuan manajerial dan kreativitas pemuda, menjadikan mereka entitas komunitas yang jauh lebih adaptif, inovatif, serta tangguh secara etika.
Copyrights © 2026