Lansia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi permasalahan gizi akibat perubahan fisiologis, penurunan aktivitas fisik, serta kurangnya pemantauan status gizi secara rutin di masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan di wilayah Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, sehingga diperlukan upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui status gizi lansia sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pemantauan gizi. Metode kegiatan dilakukan secara door-to-door pada 20 lansia berusia ≥60 tahun melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pemberian edukasi gizi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 45% lansia memiliki status gizi normal, 35% overweight, serta masing-masing 10% underweight dan obesitas. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga pola makan dan berat badan ideal.Kegiatan ini penting sebagai langkah awal pemantauan status gizi dan berpotensi dikembangkan melalui peran kader kesehatan atau posyandu lansia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026