Bandung Conference Series: Islamic Education
826-833

Implementasi Program Edukasi Digital Islami Melalui Media Sosial Untuk Penguatan Pondok Pesantren Bagi Remaja (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung)

Sayyidah Zahrah Rahmah Laila (Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Nan Rahminawati (Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Muhammad Giantomi (Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. This study was motivated by the development of digital technology, which has transformed communication patterns and the way adolescents access information, including religious knowledge. Amid the increasing use of social media, Islamic boarding schools face challenges in maintaining their existence, building positive perceptions, and reaching younger generations through approaches that align with the characteristics of the digital era. This study aimed to examine the form of implementation, implementation processes, challenges, and outcomes of an Islamic digital education program through social media in strengthening Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung among adolescents. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through semi-structured interviews, direct observations, digital observations of the pesantren’s social media platforms, and research documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the Islamic digital education program was implemented through the utilization of Instagram, TikTok, and YouTube as platforms for delivering Islamic values, adolescent education, student activity documentation, and institutional publications. The implementation process consisted of content planning, media team formation, content production and editing, verification, publication, audience interaction, and evaluation. The challenges encountered included limited human resources, production facilities, management time, content consistency, and maintaining the pesantren’s identity and Islamic values within the digital environment. The program resulted in increased digital visibility of the pesantren, more positive adolescent perceptions, greater audience engagement, and improved digital skills among students involved in media management. Therefore, Islamic digital education through social media can serve as an adaptive, communicative, and relevant strategy for strengthening Islamic boarding schools in responding to the needs of younger generations in the digital era. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola komunikasi dan cara remaja memperoleh informasi, termasuk informasi keagamaan. Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, pesantren menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensi, membangun persepsi positif, serta menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi, langkah-langkah implementasi, tantangan, serta hasil implementasi program edukasi digital Islami melalui media sosial dalam penguatan Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, observasi digital terhadap media sosial pesantren, serta dokumentasi penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program edukasi digital Islami dilakukan melalui pemanfaatan media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai sarana penyampaian nilai-nilai keislaman, edukasi remaja, dokumentasi aktivitas santri, serta publikasi program kelembagaan. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan perencanaan konten, pembentukan tim media, produksi dan penyuntingan konten, verifikasi, publikasi, interaksi dengan audiens, serta evaluasi. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana produksi, waktu pengelolaan, konsistensi konten, serta upaya menjaga identitas dan nilai pesantren dalam ruang digital. Program ini menghasilkan peningkatan visibilitas digital pesantren, perubahan persepsi remaja ke arah yang lebih positif, peningkatan keterlibatan audiens, serta berkembangnya keterampilan digital santri dalam pengelolaan media sosial. Dengan demikian, program edukasi digital Islami melalui media sosial dapat menjadi strategi penguatan pesantren yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSIEd

Publisher

Subject

Religion Education Social Sciences

Description

Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, ...