Penyakit kardiovaskular dan gangguan sistem respirasi merupakan penyumbang utama kegawatdaruratan medis di masyarakat, sementara pengetahuan masyarakat awam mengenai tanda bahaya dan pertolongan pertama masih rendah sehingga keterlambatan penanganan pada masa kritis (golden period) kerap terjadi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan buruh tani di area persawahan dalam mengenali serta menangani kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi praktik bantuan hidup dasar, serta evaluasi tanya jawab singkat setelah kegiatan terhadap ± 20 peserta. Berdasarkan observasi awal, sebagian besar masyarakat belum terpapar informasi terkait penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh indikator yang dievaluasi, antara lain kemampuan menjelaskan langkah dasar pertolongan pertama meningkat dari 20% menjadi 75% dan kemampuan menjelaskan penanganan tersedak meningkat dari 15% menjadi 70%; masyarakat yang sebelumnya tidak memahami materi menjadi mampu mengidentifikasi nyeri dada, penanganan henti jantung,dan tersedak setelah edukasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan kesiapan petani dan buruh tani dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular dan respirasi serta memberikan pertolongan awal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia, sehingga perlu dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026