Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026

Gerakan Santri Bebas Gatal: Edukasi dan Pelatihan Pengenalan Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur

Meidyta Sinantryana Widyaswari (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Maria Ulfa (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Winawati Eka Putri (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Yuriske Agnovianto (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Abizar Keiza Maulana (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Muh. Ghufron Dzulfikar (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Siti Aisyah (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Aulia Syabana Guevara Hakim (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Alya Revanatasya (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Sitti Faradillah Umachina (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
05 Sep 2026

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang berisiko menyebar pada lingkungan berasrama dengan kepadatan hunian dan interaksi antarpenghuni yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pengenalan tanda serta gejala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 santri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, Focus Group Discussion, pretest, edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan tanda dan gejala, posttest, dan refleksi tindak lanjut. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan kuesioner pengetahuan yang menilai pengertian, penyebab, penularan, faktor risiko, tanda dan gejala, lokasi predileksi, serta pencegahan skabies. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,0 pada pretest menjadi 97,4 pada posttest, dengan selisih 7,4 poin atau peningkatan relatif 8,22%. Perbedaan skor sebelum dan sesudah kegiatan bermakna secara statistik (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengenalan skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi kegiatan belum mengukur keterampilan skrining, perubahan perilaku, atau kejadian skabies, sehingga tindak lanjut perlu mencakup penilaian keterampilan berbasis observasi, retensi pengetahuan, perilaku pencegahan, serta penguatan kader santri bersama pengelola pesantren dan tenaga kesehatan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jamsi

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Public Health

Description

Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) ...