Skabies merupakan penyakit kulit menular yang berisiko menyebar pada lingkungan berasrama dengan kepadatan hunian dan interaksi antarpenghuni yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pengenalan tanda serta gejala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 santri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, Focus Group Discussion, pretest, edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan tanda dan gejala, posttest, dan refleksi tindak lanjut. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan kuesioner pengetahuan yang menilai pengertian, penyebab, penularan, faktor risiko, tanda dan gejala, lokasi predileksi, serta pencegahan skabies. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,0 pada pretest menjadi 97,4 pada posttest, dengan selisih 7,4 poin atau peningkatan relatif 8,22%. Perbedaan skor sebelum dan sesudah kegiatan bermakna secara statistik (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengenalan skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi kegiatan belum mengukur keterampilan skrining, perubahan perilaku, atau kejadian skabies, sehingga tindak lanjut perlu mencakup penilaian keterampilan berbasis observasi, retensi pengetahuan, perilaku pencegahan, serta penguatan kader santri bersama pengelola pesantren dan tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026